0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyelundupan 24 Ton Minyak Mentah Digagalkan

merdeka.com
Ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) mentah jenis Calaryn dari sumur-sumur tua di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora ke Kota Semarang, Jawa Tengah dibongkar oleh Unit Reskrim Polrestabes Semarang. Sebanyak tiga truk tangki pengangkut minyak mentah berisi 24 ton Caralyn berhasil disita.

Ketiga truk tangki barang bukti itu Hino bernopol H 8275 UD, Isuzu bernopol B 9171 BFA dan Mitsubishi Fuso bernopol W 8983 UZ. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan empat tersangka. Tiga di antaranya adalah sopir yang tertangkap tangan.

“Mereka berinisial BK, BM, SN orang wilayah Jatim Tuban dan sekitarnya. Mereka beli penampung-penampung di sana. Sekarang masih terus kita dalami untuk dikembangkan,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Buharnudin di Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5).

Burhanudin menjelaskan salah satu pemilik BBM mentah itu Bambang Subkari (41) asal Desa Kenongo Wonosari, Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Katanya, sesuai pengakuan tersangka bahan bakar minyak mentah itu diambil dari para tengkulak-tengkulak dan pengepul dari sumur-sumur tua Cepu akan dijual di pabrik kawasan industri Terboyo Megah, Kaligawe Semarang. Namun, siapa yang menjadi konsumen kami masih menyelidiki,” tegasnya.

Yang jelas, menurut Burhanudin, BBM mentah Caralyn yang diangkut dengan truk tanki tanpa ijin sebelum masuk ke industri diperkirakan lebih dulu dijual kepada tengkulak.

“Mereka menjual dengan harga sebesar Rp 5.000 per liter yang merupakan harga di bawah harga pasaran industri sekaligus tanpa menggunakan ijin resmi. Pengakuannya baru sekali, tapi dugaan kuat itu sudah dilakukan mereka berkali-kali. Sampai saat ini masih kita dalami,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, mereka di jerat dengan pasal 53 huruf B Undang-Undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun.

[eko]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge