0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Bawang Melambung, Disperindagkop Anggap Masih Wajar

dok.timlo.net
bawang merah (dok.timlo.net)

Klaten — Jelang bulan Ramadhan, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Klaten mengalami kenaikan signifikan. Bermula dari Rp 20 ribu per kilogram pada Mei lalu, kini sepekan terakhir harga bawang merah berkisar antara Rp 32 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya.

“Sudah satu minggu ini harga bawang merah melambung. Disisi lain, stok semakin berkurang dan kiriman bawang dari Brebes belum datang,” ujar Marini (55) pedagang sembako di Pasar Induk Kota Klaten, Selasa (26/5).

Ia memprediksi, harga bawang merah akan terus melonjak lantaran mendekati bulan puasa. Akibatnya, jumlah pembeli menjadi berkurang. Selain itu, dia juga tidak berani menyimpan stok bawang merah dengan jumlah banyak karena dikhawatirkan sewaktu-waktu harganya bakal anjlok.

“Sekarang pasar Klaten dibanjiri bawang merah dari Probolinggo, Jawa Timur. Kendati harganya murah, yakni Rp 25 ribu rupiah per kilogram, tapi kualitasnya dibawah bawang merah dari Brebes,” ungkapnya.

Terpisah, menanggapi itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Klaten Sugeng Haryanto mengatakan, kenaikan sejumlah harga barang pokok mendekati bulan puasa ini dinilainya masih wajar.

“Hukum pasar berlaku, dimana ketika permintaan tinggi maka harga akan naik. Ini masih dalam tahap wajar-wajar saja, tidak ada kenaikan yang signifikan,” sanggahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge