0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gas Melon Mulai Langka di Boyolali

Timlo.net
(Timlo.net)

Boyolali — Sejak sepekan terakhir, masyarakat Kota Susu mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau elpiji melon. Kelangkaan terjadi di beberapa wilayah, seperti Ampel dan Banyudono. Warga rela mengantri, bahkan mereka ada yang harus mencari ke pengecer di luar daerah.

”Bingung juga. Sejumlah pengecer yang saya datangi tidak ada stok. Bahkan saya harus keliling desa. Tetapi stoknya sudah ludes. Bagaimana bisa masak lha wong gas elpijinya habis,” keluh Wati (48) warga Desa Sambon Banyudono, Selasa (26/5).

Selain langka, harga gas melon ini juga mencapai Rp 19 ribu pertabung dari biasanya di jual Rp 17.000 hingga Rp 18.000. Meski harganya naik, namun warga tetap membelinya.

Warga sendiri berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar khusus gas elpiji melon. Pasalnya, kelangkaan gas elpiji ini dirasa sangat menyusahkan masyarakat, terutama yang kelas bawah dan mengandalkan tabung gas melon untuk keperluan memasak sehari-hari.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro mengakui sempat ada kelangkaan gas elpiji bersubsidi. Hanya saja kelangkaan tersebut terjadi di beberapa titik dan hanya selang beberapa jam saja. Bahkan saat ini, pihak Pertamina sudah menambah cadangan pasokan.

“Stok elpiji sudah aman, kalaupun sulit itu hanya hitungan jam saja,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge