0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Diminta Maksimal Basmi Tuberculosis

Solo – Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Solo mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Solo lebih peduli pada pencegahan dan penanganan penyakit Tuberculosis (Tb). Pasalnya, tren penyakit Tb meningkat dengan penyebaran yang mudah.

Dorongan itu disampaikan jajaran PD Aisyiyah Solo saat beraudiensi dengan Pimpinan DPRD Solo, Selasa (26/5). Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Solo Umar Hasyim dan Komisi IV DPRD Solo.

“Di Solo, dari Januari sampai April tahun ini, suspect Tb sebanyak 219. Dari jumlah itu, yang positif dan mulai ditangani sebanyak 16 pasien,” kata Ketua PD Aisyiyah Solo, Siti Maisaroh.

PD Asyiyah Solo, lanjut Siti, saat ini memang tengah fokus pada program penanggulangan Tb. Program itu merupakan kerjasama Aisyiyah Solo dengan Global Fund. Dari data organisasi kesehatan dunia, Indonesia berada di peringkat terbesar dunia penyakit Tb. Padahal, tahun lalu, Indonesia masih berada di peringkat empat.

“Tb ini penyebarannya cepat. Sekedar dahak saja bisa menyebar. Oleh karena itu, kami berharap Pemkot lebih perhatian dengan penanganan penyakit Tb ini,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim mengatakan posisi Indonesia yang berada di peringkat 2 harus menjadi perhatian khusus. Pihaknya berharap ada langkah Pemkot untuk menangani Tb. Dari sisi regulasi, DPRD akan mendorong Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BP2D) untuk mengatur penanganan Tb dalam Perda.

“Selama ini Tb ini kan seolah-olah terlupakan. Padahal penularannya lebih cepat daripada HIV/Aids. Kita sampaikan ke BP2D agar penanganan Tb ini masuk dalam perda seperti HIV/Aids,” kata dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge