0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelar Razia, Polisi Amankan Tujuh Preman

Timlo.net - Nanin
(Timlo.net - Nanin)

Boyolali – Operasi penanggulangan premanisme yang digelar Polres Boyolali berhasil mengaruk tujuh orang. Satu diantaranya sudah lanjut usia.

Mereka langsung digelandang ke Mapolres untuk didata dan selanjutnya akan dilakukan pembinaan serta diserahkan ke panti sosial. Tujuh orang ini diamankan petugas di seputaran Pasar Sunggingan,Boyolali.

“Tidak hanya di Pasar, nanti kita juga menyasar di traffic light yang biasa buat mangkal anak-anak punk,” ungkap Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, melalui Kabagops Kompol Haryanto, Selasa (26/5).

Sementara itu, enam anak punk yang diamankan, dua diantaranya pernah masuk penjara karena tindak kriminalitas. Satu karena kasus menjadi penadah Handphone (HP) curian dan divonis tujuh bulan di Kabupaten Semarang.

Serta satu anak lagi pernah terlibat kasus penganiayaan dihukum tujuh bulan di Boyolali. Tubuh mereka juga dipenuhi tato, bahkan hingga bagian wajah tidak luput dari tato. Selama di Mapolres, mereka kemudian didata dan mengisi data diri sebelum nanti akan dilakukan pembinaan.

“Kalau ada yang terlibat tindak pidana, nanti kita serahkan ke reskrim untuk proses hukum,” imbuh Haryanto.

Salah satu dari keenam anak punk yang ditangkap, Muhammad Aroffin, mengaku nyaman menjadi anak punk karena bisa hidup bebas dari tekanan. Aroffin yang diwajahnya dipenuhi tindik ini, mengaku tidak lulus dari pondok pesantren dan kemudian ikut teman hidup mengelandang di jalanan.

“Kita cari uang nanti buat makan bareng sama teman-teman,tidak tergantung dengan orangtua,” jelas Aroffin.

Anak punk lainya, Pristiyanto Nugroho alias Gembel, yang mengaku asal Ampel, Boyolali, sudah lama menjadi anak punk dan banyak mengikuti kegiatan di jalanan.

“Pernah sampai Jakarta, pokoknya kita cari uang bareng,” tambahnya yang mengaku tato ditubuhnya adalah seni.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge