0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Balon PDIP Bayar Rp 5 Juta Untuk Tes Tahap II

Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo – Bakal calon (balon) walikota dan balon wakil walikota PDIP Solo bakal kembali menjalani tes di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, Semarang. Informasi yang Timlo.net peroleh, balon yang mengikuti tes diwajibkan membayar Rp 5 juta.

“Tesnya hari Kamis (28/5) besok. Diundangannya tertulis fit and proper test. Saya sendiri kurang tahu mengingat kemarin sudah tes wawancara kok ini fit and proper test. Kalau fit and proper test kan ya wawancara itu,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Teguh Prakosa kepada wartawan, Selasa (26/5).

Teguh mengaku kurang mengetahui bagaimana tahapan tes balon walikota dan wakil walikota ini. Proses kali ini nampaknya berbeda dengan tes penjaringan calon legislatif (Caleg) dan struktural partai belum lama ini.

“Kalau Pileg (pemilihan legislatif) kemarin pertama tes pengetahuan dan kepartaian, kedua psikotest dan terakhir fit and proper test. Kalau yang ini saya kurang tahu,” ujar dia.

Teguh menambahkan, dalam surat undangan tes yang dikirim DPD, dilampirkan pula nama balon walikota dan balon wakil walikota yang dipanggil tes. Diketahui, dua nama balon walikota dan hanya empat nama balon wakil walikota yang dipanggil.

“Untuk balon walikotanya pak FX Hadi Rudyatmo dan Pak Achmad Purnomo. Sedangkan balon wakil walikotanya Hilmy Akhmad Sakdilah, Rachmad Wahyudi, Hartanti dan Ginda Ferachtriawan. Her Suprabu dan Aquarinto Widhiarso tidak dipanggil,” terangnya.

Teguh mengaku tidak mengetahui kenapa Her Suprabu tidak dipanggil. Begitu pun dengan munculnya nama Aquarinto. Teguh menduga Aquarinto mendaftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah. Aquarinto gugur dalam penjaringan yang digelar DPC PDIP Solo.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu balon wakil walikota, Her Suprabu mengaku belum menerima undangan tes tahap kedua. Namun, berkaca pada tes pertama, undangan disampaikan satu hari sebelum peleksanaan tes. Soal kontribusi, Her mengaku dalam tes tahap pertama balon sudah diminta kontribusi berupa sumbangan untuk biaya survei.

“Sumbangan itu untuk biaya survei. Besarannya tidak ditentukan,” ujar dia.

Balon wakil walikota lainnya, Ginda Ferachtriawan mengatakan sudah menerima undangan tes. Dalam undangan tertulis tes wawancara tahap II dan psikotest. Ginda juga membenarkan adanya biaya yang harus dikeluarkan kali ini sebesar Rp 5 juta.

“Saya dengar memang segitu (Rp 5 juta),” ujar dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge