0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Wonogiri Digugat Rp 3 Miliar

Ma’ruf Iranto saat mendaftarkan gugatannya di PN Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ketua Yayasan Pembelaan dan Konsultasi Hukum (YPKH) Wonogiri, Ma’ruf Iranto, menggugat Bupati Wonogiri. Selain itu, dia juga menuntut sepasang suami istri berinisial TH dan IM warga Lingkungan Kaloran RT 1/ RW 5 Kelurahan Giritirto, Wonogiri. Ma’ruf menuntut ganti rugi sebesar Rp 3 Miliar yang harus ditanggung renteng oleh para tergugat.

”Dasar dari gugatan yakni dugaan kolusi terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah pada tahun 2001. Gugatan yang saya layangkan ke PN diterima pihak PN, dan terdaftar No 13/Pdt. G/2015/PN Wonogiri, “ungkap Ma’ruf saat ditemui wartawan, di Kantor PN Wongiri, Senin (25/5).

Menurut Ma’ruf, dalam rekrutmen itu, IM diduga tidak diterima sebagai CPNS. Tetapi tiba-tiba diikutkan dalam pemberkasan hingga akhirnya terbit Surat Keputusan (SK) sebagai CPNS yang bertugas di SMAN III Wonogiri.

“Gugatan yang saya layangkan ke PN atas dasar laporan dari masyarakat, ” katanya.

Dia mengaku tidak punya bukti dalam kasus itu. Namun, dia masih mengingat perkataan TH saat meminta bantuan kepada dirinya untuk menemui Bupati agar meloloskan IM sebagai CPNS Wonogiri. Perbuatan itu dinilai masuk keranah pidana, baik itu pidana umum dan pidana korupsi sesuai UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam gugatan itu, lanjutnya, terjadi kerugian negara yang harus dikembalikan ke kas daerah senilai Rp 1,080 miliar. Selain itu, juga meminta menuntut ganti rugi secara imaterial senilai Rp 3 Miliar.

“Kalau bukti-bukti sudah saya siapkan, nanti akan saya sampaikan di persidangan, ditahapan pembuktian,” jelasnya.

Sementara itu, staf PN Wonogiri, Wibowo, membenarkan adanya gugatan itu. Setelah gugatan itu diterima PN selanjutnya akan dipelajari dan kemudian dijadwalkan persidangan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge