0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengobatan Tuberkulosis Paru, Pertahankan Kualitas Hidup

Paru-paru. (Dok: Timlo.net/ Wikipedia.)

Solo – Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru, diantaranya bertujuan untuk menyembuhkan, mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas pasien. Sekaligus mencegah kematian akibat TB aktif atau efek lanjutan.

“Termasuk mengurangi penularan TB kepada orang lain, dan sebagainya,” jelas dokter Spesialis Paru RS PKU Muhammadiyah Solo, dr Anita Muntafiah, SpP MKes saat berbicara Gathering TB RS PKU Muhammadiyah Solo, di Solo, Senin (25/5).

Anita mengatakan, obat kombinasi dosis tetap (KDT) untuk mengurangi resiko terjadinya TB resisten obat akibat monoterapi telah direkomendasi World Health Organization.

Dengan KDT, pasien tidak dapat memilih obat yang diminum, jumlah butir obat yang harus diminum lebih sedikit sehingga dapat meningkatkan ketaatan pasien dan kesalahan resep oleh dokter juga diperkecil karena berdasarkan berat badan.

Menurut Anita, dosis harian KDT di Indonesia distandarisasi menjadi empat kelompok berat badan (BB) 30-37 kg BB, 38-54 kg BB, 55-70 kg BB dan lebih dari 70 kg BB.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge