0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati : Kebiasaan Menyusun Laporan Akhir Tahun Harus Diubah

timlo.net/nanang rahadian
Bupati Karanganyar Juliyatmono (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pemerintah Kabupaten Karanganyar berhenti berinovasi, meski telah meraih penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat. Penghargaan ini diberikan dalam pelaksanaan pemerintahan termasuk penggunaan anggaran tak membuat.

“Kebiasaan buruk menyusun laporan keuangan di akhir tahun harus dirubah,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Senin (25/5).

Bupati meminta setiap laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan tidak boleh ditunda. Jadi, setiap kegiatan selesai, laporan harus segera disusun hari itu juga. Sehingga pada laporan akhir tahun nanti bisa diperbaiki kekurangannya.

”Jangan tunda pekerjaan. Hari ini kegiatan selesai, ya saat itu juga laporannya segera disusun. Dengan begitu, saat (pelaporan keuangan) akhir tahun bisa dibenahi lagi sampai tidak ada yang tercecer,” imbuhnya.

Bupati menegaskan, penyusunan laporan keuangan bukan semata-mata karena diperiksa BPK. Namun, laporan keuangan tersebut menjadi pekerjaan pokok yang harus tertib waktu. Dia berharap, tradisi baik ini terus dijaga untuk mempertahankan prestasi ini.

”Saya harap ke depan bisa semakin baik lagi dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan,” paparnya.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sumarno melalui Sekretaris DPPKAD Siti Iswari mengungkapkan, selama penyusunan LKD 2014, pemkab berupaya memperbaiki daftar aset milik pemkab. Persoalan aset selama ini yang menjadi kendala untuk meraih opini WTP tersebut. Seluruh SKPD melakukan penelusuan aset dan pendataan aset ulang.

”Aset-aset yang sebelumnya menjadi kendala, diverifikasi ulang. Misalkan tanah aset disertifikatkan ke BPN. Kemudian aset yang salah pelaporan, dobel pencatatan, sudah hilang tapi masih dilaporkan dan sebagainya,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge