0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Asmujiono

Taklukkan Everest, Latihan Lari 12 Jam Sehari

dok.merdeka.com
Asmujiono (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Cerita menarik disampaikan Asmujiono, pendaki pertama di Asia Tenggara yang berhasil menaklukkan puncak Everest. Rekor itu ia catatkan bersama 15 rekan lainnya pada 1997 lalu.

Butuh perjuangan berat untuk mencapai puncak gunung Himalaya tersebut. Persiapan dilakukan dengan matang di tanah air.

“Latihan dan latihan harus dilakukan, saya berlatih berlari sampai 12 jam per hari untuk persiapan, demi meningkatkan ketahanan fisik,” katanya, kemarin.

Begitu aplikasi pada medan sesungguhnya, kata Asmujiono tubuh kita akan siap. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pendaki saat sudah mencapai puncak.

“Saat sampai di puncak jangan duduk melamun. Sampai di gunung jangan diam apalagi langsung tidur. Lakukan gerakan-gerakan yang bisa membuat tubuh menyesuaikan diri,” katanya.

Asmujiono mengisahkan saat dirinya berada di Puncak Himalaya. Saat memasuki ketinggian 7.000 meter ke atas, sudah tidak ada nafsu makan lagi. Semua yang terlihat hanya hamparan es.

“Makan sudah tidak enak, tapi tubuh butuh energi untuk kita bisa berjalan. Saat membawa daging, dagingnya tidak bisa dipotong, telur menjadi keras. Air mendidih langsung minum, buang air kecil langsung berubah menjadi es,” kata Asmujiono disambut tawa peserta.

Iwan ‘Kwecheng’ yang juga gagal di misi pertama ke Everest, memberikan analogi antara kekuatan fisik dan kekuatan pikiran. Saat berada dalam perjalanan menuju puncak Everest, kekuatan pikiran, motivasi dan semangat menjadi kunci.

“Orang barangkali bisa tidak makan tetapi karena motivasi dan kekuatan pikirannya, fisiknya menjadi kuat,” tegasnya.

Karena keinginan kuat dan cita-cita demi mengibarkan Merah Putih di Puncak Everest, ketiganya rela bertaruh nyawa. Lereng gunung berselimut es sebatas paha disusuri, bahkan dengan kemiringan 80 derajat.

Tekad kuat pantang pulang tanpa prestasi akhirnya mengantarkan mimpi mereka terwujud. Asmujiono berhasil membawa misi pada 26 April 1997 pukul 15.30 waktu setempat. Dia tercatat sebagai pendaki ke-662 yang menapaki kaki di Puncak Everest, disusul oleh Misirin di posisi 663. Tetapi bagi orang Asia Tenggara, keduanya menjadi orang pertama dan kedua. Semua bisa menjadi kenyataan karena mimpi dan cita-cita.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge