0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tomat Organik Mulai Dikembangkan di Lereng Merapi

Dok:Timlo.net/Google Images
Tomat, si merah kaya manfaat. (Dok:Timlo.net/Google Images)

Boyolali — Tanaman organik mulai dilirik kalangan petani di wilayah Lereng Gunung Merapi, terutama di Kecamatan Selo. Salah satu tanaman yang dikembangkan dengan sistim organik adalah tomat. Kelebihan tomat organik, lebih tahan lama dan tidak lekas layu, dibandingkan tomat yang dikembangkan dengan pupuk kimia.

”Biaya penanaman tomat organik ini lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Karena pupuk yang digunakan adalah kotoran ayam dan air kencing kelinci. Hanya saja, untuk air kecing kelinci terpaksa membeli dari luar Selo. Disini tidak boleh dikembangkan ternak kelinci karena merupakan daerah endemik penyakit pes,” ungkap salah satu warga Selo, Mujiyanto, Minggu (24/5).

Dijelaskan juga, tanaman tomat organik ini masa panenya lebih lama dibandingkan tomat dengan pupuk kimia. Untuk tomat organik membutuhkan waktu tanam tiga sampai empat bulan baru panen, sedangkan bila menggunakan pupuk kimia panen lebih cepat.

“Kalau pakai pupuk kimia tiga bulan sudah panen, ini yang membuat petani belum meliriknya, padahal tomat organik ini lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, harga tomat organik masih sama dengan tomat pupuk kimia,yaitu perkilogramnya mencapai Rp 6.000. Untuk pemasaran keluar, diakui masih mengalami kendala dan belum banyak yang tertarik memilih tomat organik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge