0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puncak Merapi akan Dibangun Prasasti Memoriam Eri Yunanto

timlo.net/nanin
Gunung Merapi (timlo.net/nanin)

Boyolali — Relawan Barameru Merapi, Selo, berencana membuat prasasti memoriam korban pendaki yang terjatuh di Kawah Merapi, Eri Yunanto di Puncak. Wacana ini muncul setelah adanya ajakan dari pihak keluarga Eri yang berkeinginan untuk naik ke Puncak Merapi.

“Keluarga mengajak kita untuk naik ke puncak, mau nyekar dan membuat patung disana,” ujar Koordinator Barameru, Samsuri, Minggu (24/5).

Meski nanti semisal keluarga Eri batal membuat memoriam di puncak, pihaknya tetap akan membuat prasasti tragedi 16 Mei lalu. Tujuannya, sebagai peringatan bagi pendaki lain agar tidak naik ke puncak karena berbahaya, dan pernah ada korban yang terjatuh.

Diakui, selama ini aparat dan pemangku Gunung Merapi menyarankan pendaki untuk naik hanya sampai Pasar Bubrah. Namun, kenyataannya banyak pendaki yang nekat.

Kapolsek Selo, AKP Yadiyo, menyampaikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Basarnas dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) beberapa hari lalu, jalur pendakian ke Merapi ditutup selama lima hari setelah operasi evakuasi selesai. Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari BTNG Merapi kapan jalur akan kembali dibuka.

“Apakah masih perlu diperpanjang atau tidak kami tunggu kepastian dari Basarnas,” kata AKP Yadiyo.

Dijelaskan, akhir pekan ini di wilayah Selo sangat sepi. Biasanya, setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu wilayah Selo dipadati para pendaki baik yang ingin naik ke Merapi maupun Merbabu.

Kecelakaan yang dialami mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta di Gunung Merapi dinilai berdampak pula pada jumlah pendaki ke Gunung Merbabu. Jumlah pendaki mengalami penurunan drastis.

“Biasanya tiap akhir pekan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang, tapi ini sepi sekali,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge