0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nilai Kompetensi Guru Bahasa Indonesia Diklaim Masih Rendah

Boyolali – Rendahnya nilai kompetensi guru Bahasa Indonesia disinyalir sebagai penyebab nilai ujian nasional di bawah rata-rata dengan mata ujian lain. Nilai ujian kompetensi guru Bahasa Indonesia di Jateng rata-rata hanya 47, jauh di bawah nilai ideal.

“Idealnya adalah 80, tapi yang ada sekarang jauh dari nilai ideal,” papar Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Pardi Suratno, Sabtu (23/5).

Rendahnya nilai uji kompetensi guru bahasa Indonesia berdampak pada anak didik. Disebutkan, kualitas pembelajaran menjadi rendah. Ilmu yang diberikan siswa juga tidak bertambah.

Beberapa hal yang menyebabkan kemampuan guru Bahasa Indonesia masih rendah. Semangat guru Bahasa Indonesia dalam belajar, belakangan ini telah menurun.

“Tahun 2000-2009, minat baca guru bahasa Indonesia meningkat, namun sejak ada sertifikasi justru mengalami penurunan,” ujarnya menyayangkan.

Untuk meningkatkan kualitas guru bahasa Indonesia, pihaknya bersama Dinas Pendidikan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah melakukan pelatihan peningkatan kompetensi terhadap guru-guru Bahasa Indonesia di SD, SMP dan SMA. Materi yang akan disampaikan meliputi pelatihan peningkatan kompetensi,antara lain, kebijakan bahasa, pembelajaran bahasa dan sastra yang inovatif, kreatif, ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan, bentuk dan pilihan kata.

“Tahun depan Kita harapkan nilai ujian nasional bahasa Indonesia bisa tertinggi dibanding materi ujian lainnya,” tegasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge