0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Beras Plastik Serbu Pasar Asia?

dok.merdeka.com
Dugaan beras imitasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net—Indonesia saat ini dihebohkan dengan isu beredarnya beras plastik. Beras ini dikatakan susah dibedakan dengan beras asli. Keberadaan beras plastik ini pun menimbulkan polemik di masyarakat. Beberapa pihak mengatakan bahwa beras plastik hanyalah pengalihan isu dan tidak benar-benar ada.

Misalnya sebuah blog, harrynazarudin.blogspot.com menyatakan berita beras plastik ini hanyalah hoax (berita bohong). Dia mengemukan beberapa alasan kenapa dia beranggapan demikian. “Sifat utama plastik turunan hidrokarbon – keluarga keresek – adalah hidrofobik atau tidak suka air, karena bahan dasarnya adalah minyak bumi dan struktur kimianya nonpolar. Akibatnya, mau direbus sampai Indonesia menang piala dunia sepak bola sekalipun, TIDAK AKAN MENJADI LEMBEK. Beras bisa lembek menjadi bubur karena menyerap air. Kalau plastik direbus kelamaan paling-paling basah atau berwarna kecoklatan. Tapi tidak bisa menjadi bubur!” tulisnya.

“Jika memang benar ada ‘beras dari plastik’, maka membedakannya gampang saja: plastik TIDAK AKAN TENGGELAM DI AIR karena berat jenisnya lebih rendah dari air. Jadi ketika kita merendam beras dalam air sebelum memasak, ‘beras plastik’ ini akan tetap mengambang meskipun kita tekan kebawah,” tambahnya lagi. Posting blog ini sempat dibahas dalam sebuah thread di Kaskus dan memperoleh beberapa tanggapan dari masyarakat.

Entah informasi di blog ini benar secara ilmiah atau tidak, isu beras plastik tidak hanya beredar di Indonesia. Beberapa media di luar negeri menyatakan bahwa beras plastik juga beredar di negara-negara di Asia.

Menurut International Business Times, beras ini beredar di Indonesia, India dan Vietnam. Malaysia sendiri mulai waspada. Kamis, 21 Mei 2015 Kepala Departemen Kesehatan Malaysia Dr. Noor Hisham Abdullah berkata mereka akan terus memantau dugaan beredarnya kasus beras plastik di negara itu. Mereka akan menginformasikan masyarakat bila ada perkembangan baru.

Kewaspadaan yang sama juga ditunjukkan oleh pemerintah Filipina. Juru bicara Departemen Agricultural dan Pangan Filipina, Angel Imperial, Jr. berkata masyarakat tidak perlu kuatir karena beras plastik tidak masuk ke negara itu. Pemerintah melakukan pengawasan ketat untuk beras yang masuk ke negara itu. Mereka juga memerintahkan pihak berwenang untuk mengusut isu beras palsu ini yang dikatakan sudah beredar di negara itu.

Isu beredarnya beras plastik juga beredar di Singapura. Seorang distributor beras di negara itu melapor ke polisi setelah beberapa pengguna internet menuduh beras yang dijualnya adalah beras plastik. Tan Chien Hung, sang distributor dan pemilik TKC Company berkata kepada koran The Star bahwa para pengguna ini menyebar foto lewat WhatsApp dan Facebook.

Berita adanya beras palsu terbuat dari plastik rupanya sudah muncul sejak 2011. The Korea Times kala itu menuding Cina sebagai produsen beras plastik ini. Beras palsu ini dijual di Taiyuan, Shaanxi dan terbuat dari campuran kentang, dan plastik.

Cina sendiri memiliki beberapa kasus terkait dengan makanan palsu. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 2008 di mana sebuah perusahaan menjual susu formula yang dicampur dengan melanin. Susu palsu ini menyebabkan enam bayi meninggal.

(Berbagai sumber)

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge