0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau Datang, Wonogiri Antisipasi Kekeringan

dok.timlo.net/tarmuji
BPBD Wonogiri melakukan pengecekan penampungan air di Pracimantoro (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kemarau datang, Wonogiri bagian selatan mulai ada tanda-tanda kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa ketersedian air bersih mulai menipis. Bahkan, salah satu telaga yang ada di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro mulai menyusut.

“Dari hasil pantauan kami kemarin, Jumat (22/5), ketersedian air bersih warga Gambirmanis diperkirakan mencukupi hingga 30 sampai 45 hari ke depan,” ungkap Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Sabtu (23/5).

Menurut Bambang, selama ini masyarakat sudah terbiasa menggunakan air hujan untuk keperluan sehari hari,air hujan itu ditampung di bak bak penampungan ,baik yang dibangun oleh pemerintah maupun donatur, dan sebagian milik pribadi.

“Sumber air bersih di wilayah desa setempat tidak ada, hanya ada telaga yang menampung air, sementara itu air sudah mulai menyusut kapasitas dan volume , jelas mantan Camat Selogiri ini.

Dikatakan, guna mengantisipasi bencana kekeringan, dirinya telah melakukan berbagai upaya, diantaranya denganĀ  berkoordinasi dengan para camat dan kepala desa, khususnya daerah rawan kekeringan. Pihaknya pun menerjunkan anggotanya melakukan pengecekan di bak-bak penampungan air hingga memantau satu-satunya telaga yang ada di desa setempat.

“Kami harapkan untuk segera melaporkan kebutuhan air serta memetakan wilayah terdampak guna penanganan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, wilayah Wonogiri yang setiap tahunnya mengalami kekeringan telah dipetakan. Dari 25 kecamatan di Wonogiri terdapat sekitar tujuh kecamatan yang mengalami kendala air bersih.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge