0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL di City Walk dan Trotoar Bikin Jengah

timlo.net/Heru
Salah satu sudut city walk jalan Salmet Riyadi (timlo.net/Heru)

Solo – Pepohonan rindang yang menutupi sejumlah rambu lalu lintas menjadi salah satu sotoran tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN). Selain itu, keberadaan Pedagang Kaki Lima disepanjang city walk di Jalan Slamet Riyadi juga menjadi catatan tersendiri, dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemkot Solo. Kedua hal tersebut disampaikan ketua tim penilaian WTN, Firdaus Rasyad, di Loji Gandrung, Jumat (22/5).

“Di lapangan kita masih lihat banyak rambu yang tertutup ranting pepohonan. Selain itu PKL yang ada di sepanjang city walk dan trotoar agak bikin jengah dan harus segera ditangani karena pertumbuhan PKL ini sangat cepat,” katanya.

Dia mengatakan, secara umum kondisi transportasi Kota Bengawan sudah lumayan bagus. Namun meskipun begitu, kedua hal itu tetap akan menjadi penilaian khusus. Pria yang juga menjabat sebagai Kasubdit Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu juga menyinggung tentang beberapa rambu penyebrangan jalan (Zebra Cross) yang dibuat tanpa akses bagi masyarakat yang akan menyeberang.

“Ya. Walikota sudah berjanji bahwa tahun ini permasalahan PKL dan rambu akan segera diatasi, nanti coba kita lihat dalam penilaian kedepan,” katanya.

Sementara, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan bahwa pemerintah kota akan segera membereskan permasalahan ini.

“Memang rencananya kan sudah akan ditata, hanya saja sekarang baru akan kita sosialisasi terhadap PKL. Mungkin nanti PKL bisa dimasukkan ke dalam kawasan Sriwedari. Sedang untuk masalah pohon yang menutupi rambu, sudah kita sampaikan pada tim menilai, jika kita tidak bisa sembarangan melakukan pemangkasan, tetapi nanti juga akan kita koordinasikan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge