0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pria Bersenjata “Serbu” Balai Tawangarum

Aksi teatrikal di balai Tawangarum oleh BNN (timlo.net/heru)

Solo – Seorang pria dengan dengan penutup muka mendobrak masuk ruang Balai Tawangarum di kawasan Balaikota Solo, Kamis (22/5). Sambil meneteng senapan serbu AK 47 pria itu menyandra salah satu panitia penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan minuman keras (Miras) dan Narkoba. Padahal di dalam ruangan itu, terdapat sejumlah siswa SMA dan SMK yang tengah mengikuti penyuluhan.

“Jangan bergerak, angkat tangan semuanya,” teriak pria itu memerintahkan semua yang di dalam ruangan untuk mengangkat tangannya.

Suasana menjadi tegang. Bahkan terlihat beberapa siswi yang duduk dideret paling depan menjerit dan menutup mukanya. Pria itu mengancam jika ada yang macam-macam, dirinya tak segan untuk menggunakan senjatanya itu. Pria itu menghampiri seorang mantan pengguna narkoba yang telah direhabilitasi.

Dia menyerangnya dengan pukulan karena tidak suka dengan pengguna yang telah insyaf. Beruntung, tak berselang lama, empat orang anggota regu penyergap berhasil masuk dan melumpuhkan pria bertopeng itu.

Namun aksi penyanderaan yang terjadi ini bukanlah aksi yang sesungguhnya, melainkan aksi teaterikal ini adalah bagian dari penyuluhan narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerjasama dengan Bagian Hukum dan HAM Setda Solo.

“Lewat aksi ini kami ingin menunjukkan bahwa, bandar narkoba akan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Bahkan mereka tak segan-segan untuk menjerat kembali pengguna narkoba yang telah tobat,” ungkap Motivator BNN Pusar, Agus Widanarko.

Agus mengungkapkan penyuluhan tersebut, menyasar pelajar SMA dan SMK. Karena usia mereka diperkirakan lebih rentan untuk menjadi pengguna dan pengedar narkoba. Hal ini dikarenakan sifat-sifat remaja yang selalu ingin tahu, dan mencari tahu.

Selain itu dalm penyuluhan, BNN juga menjelaskan modus operandi persebaran narkoba di Indonesia yang mulai menggunakan jejaring sosial, sangat rentan terhadap remaja yang juga aktif dalam menggunakan media jejaring sosial.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelajar tentang bahaya dan modus operandi peredaran narkoba di masyarakat,” katanya.

Diharapkan dengan penyuluhan ini, remaja akan lebih mengerti tentang bahaya narkoba dan menjauhi Narkoba.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge