0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Kekeringan, Karanganyar Bangun Sejumlah Embung

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar  — Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berencana membangun sejumlah embung di wilayah Karanganyar. Pembangunan embung untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau.

“Kita tengah mengkaji rencana pembangunan embung di sejumlah lokasi. Yang paling dekat pembangunan embung di Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (20/5).

Dengan adanya embung baru, kata Juliyatmono, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air petani saat musim kemarau. Karena selama ini petani di wilayah itu hanya bisa menanam padi sampai musim tanam (MT) 2, sedangkan memasuki MT 3 petani dipastikan kesulitan air.

“BBWSBS tengah melakukan pengukuran perkiraan genangan air dari sumber mata air di dekat lokasi. Karena hal itu berkaitan dengan ukuran tinggi bendungan yang akan dibangun,” kata Bupati.

Jika tinggi bendungan sampai lebih dari delapan meter, pastinya daya tampung akan melebar ke tanah warga. Patut dipikirkan juga bagaimana jika harus membebaskan lahan milik warga.

“Untuk daya tampung lebih besar memang harus membebaskan lahan warga,” terangnya.

Untuk embung di Ceporan, lanjutnya, BBWSBS sudah menyiapkan anggaran Rp 2,7 miliar. Embung tersebut diperkirakan mampu mengairi 90 hektare lahan pertanian di wilayah hilir. Terutama untuk mengairi pertanian di wilayah Matesih barat yang berbatasan dengan Karanganyar Kota. Wilayah tersebut kerap mengalami kekeringan saat MT 3.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge