0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rp 18 Miliar untuk Perbaiki Irigasi di Karanganyar

Irigasi jebol di Desa Gebyok, Kecamatan Kerjo, Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menganggarkan Rp 18 miliar dana alokasi khusus (DAK) untuk perbaikan irigasi di seluruh Kabupaten Karanganyar.

“Sudah kita anggarkan dan sudah siap cair,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono saat ditemui wartawan, Rabu (20/5).

Saat ini perbaiki saluran irigasi sudah dilakukan di Gebyok, Kerjo. Dam irigasi tersebut ambrol setelah tak kuat menahan debit air Desember lalu.

”Perbiakan irigasi untuk menunjang penyaluran air ke sawah agar semakin lancar,” tandasnya.

Sementara itu, Suparno (57), petani asal Tegalgede, Karanganyar, berharap perbaikan irigasi dapat membantu hasil panen menjadi lebih baik. Selama ini, petani kerap kekurangan air saat musim tanam ke tiga. Tak jarang petani mengalami gagal panen karena puso.

”Semoga bukan sekadar janji, tapi perbaikan irigasi benar-benar dilakukan. Petani berharap musim kemarau nanti air tetap ada,” tandasnya.

Di sisi lain, Pemkab Karanganyar bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) juga berencana membangun sejumlah embung di wilayah Karanganyar. Pembangunan embung untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau.

“Kita tengah mengkaji rencana pembangunan embung di sejumlah lokasi. Yang paling dekat pembangunan embung di Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih,” kata Bupati Juliyatmono.

Dengan adanya embung baru, kata Juliyatmono, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air petani saat musim kemarau. Karena selama ini petani di wilayah itu hanya bisa menanam padi sampai musim tanam (MT) 2, sedangkan memasuki MT 3 petani dipastikan kesulitan air.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge