0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamaah Umrah Tertahan, Terpaksa Beli Tiket Pulang Sendiri

Jamaah Umrah (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Perlakuan kurang mengenakkan dialami 49 jamaah umroh asal Tanah Air. Mereka masih tertahan di Jeddah. Paspor mereka ditahan otoritas setempat, karena pihak travel belum melunasi biaya sewa hotel tempat mereka menginap.

Biro Perjalanan Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) malah kabur. Pihak hotel yang menuntut pelunasan uang kamar akhirnya menyita paspor jamaah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) sudah mendampingi para jemaah tersebut, tapi belum tercapai kesepakatan dengan pihak hotel. Fokus pemerinta kini lobi manajemen penginapan agar mengizinkan paspor para WNI itu dikembalikan.

“Perkembangan lagi diupayakan mengambil paspor dari hotel, prioritasnya itu, kemudian mereka akan segera pulang kembali,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, Rabu (20/5).

Paket umroh yang ditawarkan JMBI yang berpusat di Bogor sebetulnya terlalu murah. Untuk ibadah selama sembilan hari, dengan hotel strategis di Makkah dan Madinah, biro perjalanan ini cuma mematok tarif Rp 12 Juta. Tarif itu tidak masuk akal mengingat kini adalah musim puncak ibadah umrah.

Iqbal menyatakan 49 jamaah itu kini fokus dulu pulang ke Indonesia. Soal tuntutan hukum pada JMBI, akan diupayakan belakangan. Apalagi sebagian jamaah sudah berusia lanjut.

Namun, karena pihak biro perjalanan kabur, maka jamaah terpaksa memakai uang sendiri bila ingin secepatnya kembali ke Indonesia. Ongkos pulang tiap orang minimal Rp 7 juta.

“Mereka siap membeli tiket sendiri dan kasus tersebut akan diselesaikan dengan pihak travelnya di Indonesia,” kata Iqbal.

Dalam laporannya, Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Jurman Saputra Nazar mengatakan sosok pemimpin tur para jemaah yang bernama Ali itu akan terus dicari. Tindakannya menyimpan paspor para jamaah sebagai jaminan kepada pihak hotel tidak bisa dibenarkan.

Iqbal pun menegaskan bahwa tidak ada dasar hukum penyitaan paspor.

“Harusnya dia tidak menyandera mereka,” jelasnya.

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge