0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Survei Poltracking, Kinerja DPR Tidak Memuaskan

Ruang Sidang DPR RI (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kinerja DPR mendapat respon tidak memuaskan dalam survei yang dilakukan Poltracking Indonesia. Polling yang dilakukan pada 23-31 Maret 2015, dengan melibatkan 1.200 responden guna melihat evaluasi publik terhadap kinerja institusi lembaga demokrasi.

DPR menempati peringkat paling atas pada kinerja lembaga yang tidak memuaskan dengan respons sebanyak 66,5 persen. Peringkat itu kemudian juga dibarengi dengan ketidakpuasan publik atas kinerja lembaga partai politik, sebesar 63,5 persen, dan juga kepada institusi Polri dengan respons sebesar 55,9 persen.

“Hasil survei ini memiliki Margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95persen,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, Rabu (20/5).

Sementara, untuk kinerja lembaga yang paling memuaskan adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 69,4 persen, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebanyak 67,9 persen, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 44,8 persen.

“Lembaga Kepresidenan juga mendapat persentase kepuasan publik sebesar 42,7 persen,” terangnya.

Dalam kategori survei tersebut, mereka berhasil mendata respons sebanyak 67,9 persen, bagi koresponden yang beranggapan bahwa sistem demokrasi, merupakan sistem terbaik yang cocok diterapkan di Indonesia. Sementara 67,9 persen responden lainnya mengatakan setuju, sebanyak 15,8 persen justru mengatakan tidak setuju. Namun, ada juga 16,3 persen dari sisa responden lainnya, yang meresponnya dengan ‘tidak tahu’ atau ‘tidak menjawab’.

“Publik setuju dengan sistem demokrasi di Indonesia. Menurut mereka, demokrasi bisa membuat masyarakat bebas berekspresi dan berpendapat,” ujar Hanta.

“Tingginya dukungan publik terhadap sistem demokrasi bisa dilihat dari 2 hal, yakni berupa peluang dan ancaman. Demokrasi akan menjadi peluang jika terkonsolidasi dengan baik dan berhasil mensejahterakan publik, serta diikuti dengan pembenahan institusi. Sebaliknya, demokrasi akan menjadi ancaman, jika tidak dibarengi dengan pembenahan institusi demokrasi itu sendiri,” jelasnya.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge