0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelangkaan LPG Melon, Penambahan Kuota Belum Direspon Gubernur

LPG 3 kg (dok.merdeka.com)

Wonogiri — Kelangkaan elpiji melon tiga kilogram di Wonogiri membuat sejumlah pengecer  memilih tidak berjualan. Pasalnya, kelangkaan elpiji melon sudah terjadi hampir tiga bulan belakangan ini. Salah seorang pengecer elpiji melon di Kelurahan Giriwono, mengaku kelangkaan semakin tidak terkendali pada bulan ini.

“Biasanya kalau elpiji habis langsung dikirimi dari petugas pangkalan. Namun, sudah sebulan ini agen tidak mengirimi elpiji,” ujar Taslim warga kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Selasa (19/5).

Dikatakan, dia memiliki 34 tabung elpiji untuk dijual kembali dengan harga Rp17.500 pertabung. Supaya masih dapat terus berjualan, kata dia, terpaksa harus mengambil sendiri stok alpiji tiga kilogram di pangkalan. Akan tetapi itu hanya berjalan beberapa hari, setelah itu stok elpiji sulit didapat.

“Kami terpaksa menolak banyak konsumen yang akan membeli elpiji melon karena stokya kosong,” katanya.

Terpisah Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan hasil pantauan di lapangan kelangkaan elpiji di Kecamatan Wonogiri masih terjadi. Sedang, pengajuan penambahan kuota, belum direspon Gubernur dan Pertamina. Bahkan, dia bakal melakukan pantauan dilapangan, jika perlu akan diusulkan kembali operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan elpiji.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge