0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polres Karanganyar Ungkap Dugaan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

timlo.net/nanang rahadian
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Andry Ilyas menunjukkan barang bukti (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi berhasil diungkap Kepolisian Resort (Polres) Karanganyar, Rabu (19/5).  Praktek penjualan pupuk bersubsidi di luar kelompok tani tersebut terjadi di Desa Balong Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar. Bahkan mereka juga menaikkan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kita temukan dua orang pengecer DBS dan P, yang menyalahgunakan pupuk bersubsidi dari pemerintah tersebut, dua orang pengecer itu semuanya berada di Desa Balong Kecamatan Jenawi,” kata Kasubag Humas Polres Karanganyar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suryo Wibowo kepada , Selasa (19/5) siang.

AKP Suryo mengatakan, modus operandi dalam menyalahgunakan pupuk bersubsidi adalah para pengecer resmi ini justru menjual pupuk tersebut bukan kepada petani yang sudah terdaftar pada kelompok tani. Namun mereka menjual kepada masyarakat umum bukan anggota kelompok tani. Bahkan dengan harga diatas HET.

“Ini jelas pelanggaran, aturannya pengecer hanya boleh menjual kepada petani anggota kelompok tani,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Andri Ilyas, menyebutkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya para pengecer nakal itu menjual diatas HET.  Dalam satu sak pupuk bersubsidi HETnya adalah Rp 90.000 namun di lapangan pengecer itu menjual dengan harga Rp 93.000, bahkan ada yang menjual lebih dari itu.

“Praktik itu sudah berlangsung sejak Januari 2015 lalu, jika dihitung nilainya juga cukup besar,” katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, para pengecer nakal bakal dijerat dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 tahun 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Ancaman hukuman untuk pengecer tersebut adalah hukuman penjara selama dua tahun.

“Barang bukti yang kami amankan berupa ratusan zak pupuk bersubsidi dari kedua pengecer,” tegasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge