0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Operasi Pasar Elipi Melon Tidak Tepat Sasaran?

Antrian opoerasi pasar elpiji melon di Bolopleret, Juwiring, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Dengan menunjukkan identitas KTP dan membawa dua tabung elpiji melon, puluhan warga Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, menyerbu operasi pasar elpiji 3 kilogram, di Balai Desa setempat, Selasa (19/5) pagi. Namun, dari pengamatan Timlo.net, operasi itu juga dimanfaatkan warga dari luar Desa Bolopleret.

“Saya biasa berjualan soto di daerah Kenaiban, Juwiring. Mumpung ada dropping elpiji dengan harga murah, saya meminta tolong warga sini (Bolopleret – Red), untuk ikut mengantri,” kata Sri Wahyuni (42) warga Desa Karang Talun, Kecamatan Karangdowo.

Disinggung persyaratan harus memiliki KTP Bolopleret, Wahyuni mengaku tidak punya. Ia meminta warga setempat yang sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri untuk membeli dua tabung elpiji melon dia bawa.

“Pinjam nama lah mas. Tidak ada tambahan upah karena teman berjualan dan sudah seperti keluarga,” kata dia.

Disisi lain, seorang pengecer asal desa setempat, Sri Sulastri (47), mengaku membawa delapan tabung elpiji melon untuk dijualnya kembali. Pasalnya, selama tiga pekan terakhir pasokan elpiji melon di warungnya kosong.

“Mau bagaimana lagi. Daripada tidak punya stok elpiji untuk berjualan, saya pun membawa KTP suami, anak, dan ibu saya untuk ditukarkan dengan delapan tabung elpiji,” ujar warga Dukuh Ngerni, Desa Bolopleret ini.

Sementara, menanggapi hal itu Kabag Perekonomian Setda Klaten, Srihadi menyatakan, operasi pasar bertujuan mengatasi kelangkaan ini hanya diperuntukkan bagi warga Bolopleret untuk konsumsi rumah tangga dan tidak dijual kembali.

“Kami menyediakan 560 tabung elpiji 3 kilogram untuk desa ini. Syaratnya, setiap warga menunjukkan KTP bahwa dia warga Bolopleret dan hanya diperbolehkan mengganti dua tabung dengan harga Rp 15.500 per tabungnya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge