0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Kelangkaan, Pemkab Klaten Gelontor Ribuan Tabung Elpiji Melon

timlo.net/aditya wijaya
Kabag Perekonomian Setda Klaten, Srihadi (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pemkab Klaten bekerjasama dengan Pertamina menggelar operasi pasar elpiji 3 kilogram di dua desa di Kecamatan Wonosari dan Juwiring, Selasa (19/5) pagi. Dalam operasi itu, Pemkab Klaten gelontorkan ribuan tabung elpiji melon.

“Operasi pasar serentak ini dilaksanakan di Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring dan Desa Gunting, Kecamatan Wonosari. Masing-masing desa kami jatah 560 tabung elpiji,” ujar Kabag Perekonomian Setda Klaten, Srihadi, saat ditemui di Balai Desa Bolopleret.

Dikatakan dia, operasi ini dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait hilangnya peredaran elpiji bersubsidi di dua desa tersebut. Padahal, sejak pertengahan April lalu, pihaknya telah menambah kuota dari 24.500 tabung, menjadi 27.500 tabung elpiji 3 kilogram.

“Menurut saya, kelangkaan ini disebabkan migrasi konsumen tabung elpiji 12 kilogram ke tabung gas melon. Karena, jumlah konsumen elpiji melon bertambah, maka terjadi kelangkaan. Selain itu, Desa Bolopleret dan Desa Gunting jauh dari pangkalan elpiji,” katanya.

Paska operasi pasar ini, pihaknya bakal memantau dan melihat reaksi pasar terlebih dulu. Bila masih terjadi kelangkaan dan kenaikan harga elpiji melon, pihaknya siap menambah kuota elpiji lagi. Hal ini untuk mengantisipasi kelangkaan menjelang bulan Ramadhan.

Dari pantauan Timlo.net, sejak pukul 08.00 WIB warga mulai mengantri di depan truk elf Pertamina yang mengangkut ratusan tabung. Dengan menunjukkan identitas KTP, masing-masing warga diperbolehkan membeli 2 tabung dengan harga per tabung Rp 15.500.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge