0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dubes RI untuk Pakistan Meninggal Dunia di Singapura

dok.merdeka.com
Burhan Muhammad. BIN.go.id (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kabar duka kembali datang. Duta Besar RI untuk Pakistan, Burhan Muhammad meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Singapura.

Informasi yang diperoleh merdeka.com, Selasa (19/5), Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 00.35 WIB. Rencananya, Almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Agus Salim Nomor 57, Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta.

Ucapan bela sungkawa pun ramai diucapkan oleh para tokoh. Salah satunya dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Melalui akun Twitter, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengucapkan bela sungkawa.

“Atas nama gubernur dan warga Jatim ikut berduka cita meninggalnya Dubes Indonesia untuk Pakistan, Burhan Muhammad. Al Fatihah.*Pakde Karwo*.”

Bela sungkawa juga diucapkan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di luar negeri melalui akun Twitter Radio PPI Dunia.

“Turut berduka cita atas meninggalnya Dubes RI utk Pakistan, Bapak Burhan Muhammad. Semoga amal ibadahnya dterima Yang Maha Kuasa.”

Sebelumnya, Almarhum berhasil dibawa ke rumah sakit khusus luka bakar di Singapura, setelah sebelumnya sempat mendarat di India lantaran adanya pendarahan dari luka bakar yang dideritanya. Saat itu, kondisi Dubes Burhan cukup mengkhawatirkan lantaran luka bakar yang dideritanya mencapai 70 persen.

“Kita baru tiba di Singapura dan saya baru balik dari burn center, habis ngedrop Pak Dubes, dan serah terima dokter air ambulance dengan dokter yang menangani di Singapura. Doakan kondisi pulih,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat, Selasa (12/5) malam.

Dubes Burhan mengalami kecelakaan helikopter MI-17 di Pakistan ketika hendak menghadiri perjalanan untuk mengenalkan sebuah daerah yang baru dibuka di Pakistan. Helikopter tersebut jatuh ketika hendak mendarat.

Dalam helikopter tersebut ada 17 penumpang, dan 11 di antaranya adalah tamu asing. Istri Dubes Burhan, Ibu Hery Listyowati menjadi satu dari tujuh korban tewas akibat kecelakaan tersebut.

Taliban sempat mengklaim terlibat dalam kecelakaan tersebut, setelah mengirim surat elektronik kepada kantor berita Reuters. “Perdana Menteri Nawaz Sharif dan sekutunya adalah sasaran utama kami,” kata Juru Bicara Taliban, Muhammad Khurasani.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh militer Pakistan. Mereka mengatakan tidak ada roket yang menghantam helikopter tersebut.

“Ini murni kecelakaan. Ada masalah teknis yang menyebabkan hal ini terjadi,” ujar Atase Pertahanan Militer Pakistan untuk Indonesia, Kolonel Muhammad Shahid.

[dan]
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge