0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Berkebutuhan Khusus, Brian Pasti Mampu Berprestasi

timlo.net/aditya wijaya
Pascalis Brian Saputra saat didampingi pengajarnya mengerjakan soal ujian Bahsa Indonesia (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Seorang perempuan paruh baya berdiri termangu di salah satu sudut halaman SD Negeri 2 Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah, Senin (18/5) pagi. Ibu berkemeja biru ini, menunggu kepulangan putranya yang sedang mengerjakan soal Ujian Sekolah (US) di hari pertama.

“Saya menunggu putra pertama saya, Pascalis Brian Saputra. Dia anak berkebutuhan khusus, autis, berusia 14 tahun,” kata Lestari (42), warga Perumahan Glodogan Indah, Kecamatan Klaten Selatan ini.

Dia menceritakan, Brian sejak mengeyam pendidikan mulai dari bangku Taman Kanak-kanak (TK) hingga SD sering berpindah sekolah. Alasannya pun beragam, mulai dari ditolak halus pihak sekolah, hingga tidak betah dengan lingkungan sekolah.

“Pertama kali masuk TK, Brian saya masukkan ke TK Theresia Wedi. Tapi ternyata ada pro kontra di kalangan guru. Kemudian saya pindah ke TK Taruna Bangsa, Canan, Wedi. Menginjak SD, awalnya saya sekolahkan di SD Bendogantungan, tapi hanya bertahan seminggu. Lalu saya pindahkan ke SDN Gadungan hingga naik kelas 3,” papar Lestari.

Di SDN Gadungan, lanjut Lestari, prestasi Brian saat kelas 1 begitu bagus. Kelas 2 lumayan, dan awal kelas 3 tidak ada perhatian dari guru. Setelah itu berlanjut mengenyam pendidikan di sekolah inklusi SDN 2 Semangkak ini hingga sekarang.

“Pas kelas 3 hingga 4, Brian mendapatkan ranking. Kemudian, kelas 5 mulai kacau. Dan kelas 6 ini, Brian saya genjot lagi konsentrasinya untuk menghadapi ujian sekolah ini. Karena, setiap kali konsentrasinya kacau, konsentrasi Brian harus ditata ulang dan kembali dari nol. Kalau mood dia sudah on fire, Brian pasti mampu berprestasi,” lanjutnya.

Meski saat duduk di bangku TK Brian sudah bisa baca tulis, Lestari mengungkapkan, selama berpindah-pindah sekolah, para guru sempat menyarankan Brian agar disekolahkan di SD Luar Biasa (SDLB). Tetapi, Lestari tetap teguh bahwa Brian harus mendapat pendidikan di sekolah inklusi seperti saran dokter terapis di panti Anak Berkebutuhan Khusus di RSJD Dr Soedjarwadi Klaten.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge