0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tidak Netral, Pelaksana Pemilu Bakal Dihukum Berat

timlo.net/putra kurniawan
Pelantikan PPK dan PPS di Pendoro Pemkab Sukoharjo (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa tengah mengingatkan kepada segenap petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tugas dan tanggung jawabnya. Pasalnya, honor dan resiko yang ditanggung tidak sebanding jika bersikap tidak jujur dan netral dalam Pilkada mendatang.

“Honornya tidak seberapa, katakanlah satu juta, dengan resiko bisa di denda hingga Rp 12 juta dan bahkan sampai kurungan satu tahun jika terbukti melakukan kecurangan, jadi perlu saya ingatkan kepada teman-teman semua,” kata Ketua KPU Provinsi Jateng, Joko Purnomo, Senin (18/5).

Dalam kesmepatan pelantikan 60 anggota PPK dan 501 PPS di Graha Satya Paraja Pemkab Sukoharjo Senin (18/5), KPU Provinisi Jateng mewanti-wanti kejadian saat Pilpres 2014 lalu, tidak terjadi kembali pada Pemilukada tahun ini. Pada 2014 lalu terungkap kasus perusakan surat suara oleh petugas di KPPS Desa Dukuh, Kecamatn Mojolaban dan pemungutan suara terpaksa harus diluang.

Pihaknya meminta KPUD Sukoharjo melakukan pengawasan ketat terhadap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Diharapkan dengan sikap profesionalisme ini, pelaksanaan pilkada serentak ini berjalan dengan lancar dan kualitas demokrasi di Indonesia bisa lebih baik.

“KPUD harus kerja keras dan menjaga semua petugas di lapangan untuk bekerja dengan jujur,” tandas Joko Purnomo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge