0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Inklusi Ujian Diruang Berbeda

UN SD dengan siswa berkebutuhan khusus diruang terpisah (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah anak dengan kebutuhan khusus mengikuti ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). Mereka ditempatkan di ruang berbeda dari siswa reguler dan didampingi guru pembimbing khusus. Seperti pelaksanaan ujian di SD Negeri 2 Bendan, Banyudono. Dua siswa mengerjakan ujian dengan didampingi masing-masing satu guru pembimbing khusus.

Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, dua guru pembimbing khusus, Wahyu Agung dan Dewi  Susilawati, mendampingi dua siswanya yang berkebutuhan khusus saat mengerjakan soal-soal ujian. Sesekali kedua guru ini harus membantu dua siswanya yang menderita autis membaca soal-soal ujian.

“Harus sabar, perlakuan mereka jelas berbeda dengan anak-anak pada umumnya,” ujar Wahyu, Senin (18/5).

Sementara untuk materi soal Bahasa Indonesia, khusus dibuat oleh guru pembimbing setelah pihak sekolah mendapat rekomendasi dari Disdikpora, untuk menyelenggarakan UASBN bagi anak berkebutuhan khusus. Perlakuan merekapun berbeda dengan anak-anak reguler, seperti ujian diruang yang berbeda.

Kepala sekolah SD Negeri 2 Bendan, Hardono, menjelaskan sekolahnya merupakan pilot project bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Setidaknya saat ini ada 26 murid berkebutuhan khusus yang tersebar dibeberapa tingkatan kelas. Meningkatnya jumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolahan ini, salah faktornya adalah kesadaran orang tua terhadap pendidikan anaknya.

“Dulunya mungkin malu untuk menyekolahkan anaknya, tapi sekarang sudah tumbuh kesadaran untuk menyekolahkan anaknya,” ujar Hardono.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge