0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wacana Pembelian Lahan Makam Terkatung-katung

dok.timlo.net/tyo eka
Ketua Komisi II DPRD Solo YF Sukasno (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Komisi II DPRD Solo mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar membuat kajian pembelian lahan makam di luar Solo. Hal ini menyusul semakin krisisnya lahan pemakaman di Solo.

“Dinas terkait (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) harus memberikan kajian paparan. Jadi, jangan sebatas asumsi-asumsi,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno kepada wartawan, Senin (18/5).

Sukasno mengakui, wacana pembelian lahan makam sudah lama dilontarkan. Namun, wacana itu hingga kini belum terealisasi. Sukasno memandang belum terealisasinya wacana itu lantaran hingga kini DKP menyampaikan paparan.

Sukasno juga mengakui, saat ini tidak mudah membeli lahan makam. Terlebih di Solo, ketersediaan lahan sudah tidak memungkinkan. Sebaiknya, Pemkot membeli lahan di daerah luar Solo.

“Yang memungkinkan ya di Karanganyar. Itu saja tidak bisa yang dekat Solo. Memungkinkannya ya di pinggir Kota Karanganyar,” jelas dia.

Disinggung berapa luasan lahan untuk pemakaman, legislator PDIP ini menyarankan Pemkot minimal membeli 10 hektar. Dengan luasan tersebut, Sukasno berharap pemakaman Solo bisa seperti pengelolaan makam di Surabaya.

“Di Surabaya itu, makam seperti ruang terbuka hijau. Jalannya teratur dan tidak ada kijing. Namun, di sana ada retribusi pemakaman setiap tiga tahun,” beber dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge