0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lantik PPK/PPS, KPU Wonogiri Terpaksa Ngutang

timlo.net/tarmuji
Ketua KPU Wonogiri, Mat Nawir (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jelang pelaksanan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2015 di Wonogiri, KPU Wonogiri melantik panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemungutan kecamatan (PPK) terpaksa menggunakan dana utangan. Hal ini dilakukan menyusul dana dari pemerintah senilai Rp 23 milyar tak kunjung cair.

“Pelantikan ini kita lakukan untuk memulai proses tahapan dalam pelaksanaan Pilkada di Wonogiri,” ungkap Ketua KPU Wonogiri, Mat Nawir, saat dijumpai wartawan di Aula Gedung PGRI, Brumbung, Kaliancar, Selogiri, Senin(18/5).

Menurut Mat Nawir, ada sebanyak 125 orang anggota PPK dan 882 orang anggota PPS yang ada di 294 kelurahan dan desa dari 25 kecamatan se-Wonogiri

“Mereka kami lantik dan diambil sumpah janjinya, selain itu juga para anggota PPK dan PPS itu juga langsung kita berikan bimbingan teknis (Bintek),” jelasnya.

Dikatakan, dihadapan seluruh anggota PPK dan PPS pihaknya meminta agar bisa menjadi anggota yang independen yang tidak memihak kepada partai politik maupun tim sukses.

“Dari 882 anggota PPS yang dilantik masing-masing akan ditugaskan tiga orang untuk setiap kelurahan dan desa, sementara 125 anggota PPK akan dibagi menjadi lima orang untuk 25 kecamatan,” katanya.

Ironisnya dari seluruh rangkaian kegiatan yang digelar mulai dari bintek dan pelantikan KPU Wonogiri terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga.

“Pasalnya hingga digelarnya acara ini, kami belum mendapat uang sepeserpun dari pihak Pemkab, mereka berdalih dana senilai RP 23 Miliar baru akan dicairkan dalam pekan ini,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge