0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Gantung Bawu Memprihatinkan

dok.timlo.net/nanin
Kadus Bawu, Jono Saputro,lakukan perawatan jembatan Bawu secara manual (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Kondisi Jembatan Bawu, Kemusu, Boyolali yang berada di atas Sungai Serang, Waduk Kedung Ombo, sangat memprihatinkan. Balok kayu yang dijadikan papan jembatan banyak yang lapuk dan rusak. Sementara sejak dipasang, jembatan tersebut belum pernah direhab.

“Satu minggu sekali saya lakukan perbaikan, dengan mengecek satu persatu papan,kalau ada sekrup yang longgar saya kencangkan, paku yang hilang saya ganti,” tutur Kadus Bawu, Jono Saputro, Senin (18/5) ditemui saat
melakukan perawatan di jembatan.

Dijelaskan, jembatan gantung Bawu sendiri merupakan pindahan jembatan dari Selo. Jembatan gantung ini mengandalkan pancang-pancang besi dan dipasang sekitar tahun 2012 usai erupsi Merapi sepanjang 60 meter. Untuk keamanan jembatan, Jono mengaku setiap satu minggu sekali dilakukan pengecekan demi keselamatan warganya yang melintasi.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pengendara selalu melaju kencang. Akibatnya jembatan menjadi goyang dan
mengakibatkan sekrup yang terpasang di papan menjadi kendor. Selain itu, terjangan banjir juga sering mengakibatkan papan kayu hanyut, patah dan bergeser.

“Gimana lagi, kalau tidak kencang justru menakutkan,kalau tidak seimbang
malah bisa jatuh,” ucap seorang warga, Pariyono.

Pengendara lain yang melintasi jembatan, Suwandi, mengaku jembatan terlalu sempit. Sehingga bila membawa muatan dengan bronjong terpaksa harus berjalan pelan, bahkan sesekali harus membetulkan beronjong yang tersangkut besi jembatan.

“Kurang luas, lewatnya ya harus pelan-pelan,” ucap Suwandi yang terlihat kerepotan saat melintasi jembatan.

Sementara menurut Jono Saputro, warga Bawu berharap pemerintah mau membangun jembatan permanen. Pasalnya, selama ini keberadaan jembatan gantung ini sangat vital bagi 33 KK di Dukuh Bawu dan Blendung, Desa Bawu.

Selain digunakan untuk perekonomian seperti mengangkut hasil bumi, juga digunakan bagi anak-anak sekolah. Jembatan Bawu merupakan akses terdekat warga menuju ke Kota Kecamatan. Dari Kota Kecamatan bisa ditempuh 5 menit sedangkan bila memutar lebih jauh, kurang lebih 10 kilometer melintasi wilayah Andong.

“Harapan Kami bisa dibangun jembatan permanen,biar kalau banjir kita tetap bisa melintas,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge