0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendaki Jatuh ke Kawah Merapi, Ini Kata Mbah Rono

Pencarian korban hilang di Merapi oleh Tim SAR (Timlo.net - Nanin)

Timlo.net – Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono, menyayangkan kejadian jatuhnya seorang pendaki, Eri Yunanto, ke dalam kawah Merapi. Kondisi puncak Merapi saat ini dinilai tidak layak lagi untuk didaki.

“Yang kami sesalkan adalah para pendaki yang tidak mematuhi imbauan untuk tidak mendaki sampai ke puncak Gunung Merapi,” kata pria yang sering disapa Mbah Rono, Senin (18/5).

Kondisi Puncak Garuda sebenarnya tidak memungkinkan buat didaki. Pekatnya gas beracun dari aktivitas kawah Merapi dan kondisi tanah labil dapat mencelakakan para pendaki yang memaksakan diri naik hingga puncak.

“Imbauan untuk tidak naik ke puncak dan mendekati kawah Merapi sudah sejak lama dikeluarkan pihak berwenang, baik itu BPPTKG Yogyakarta maupun Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Namun, masih saja ada yang tidak mengindahkan imbauan tersebut,” ujar Mbah Rono.

Sejak erupsi 2010, kondisi kawah di puncak Gunung Merapi sudah jauh berbeda. Setiap saat Merapi juga selalu mengeluarkan gas berbahaya bagi manusia.

“Terlebih kondisi tanah dan bebatuan di Merapi yang tidak stabil dikhawatirkan akan dapat mencelakakan pendaki yang nekat naik hingga puncak,” jelasnya.

Pihaknya selama ini terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada para pendaki agar tidak naik hingga ke puncak Merapi.

“Pendakian yang direkomendasikan hanya sampai di Pos Pasar Bubrah, dan tidak boleh sampai ke puncak,” ungkapnya.

Eri Yunanto, warga Kabupaten Sleman, DIY, terpeleset dan jatuh ke kawah setelah bersama lima rekannya melakukan pendakian di puncak Merapi, Sabtu (16/5). Korban sempat berfoto-foto di puncak dengan menaiki salah satu batuan yang mengarah ke kawah Merapi. Saat akan turun dari batuan itu, korban malah terpeleset dan jatuh ke kawah Gunung Merapi dengan kedalaman sekitar 200 sampai 300 meter.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge