0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tes keperawanan Masuk TNI Dinilai Tak Relevan

dok.merdeka.com
ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Tes keperawanan untuk calon bintara TNI dinilai tidak relevan. Tidak ada UU yang mengatur uji tersebut.

“Saya sangat sepakat bahwa seseorang yang belum nikah dilarang melakukan hubungan seks, baik untuk perempuan maupun untuk laki-lakinya tanpa terkecuali,” kata Anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, Senin (18/5).

Di sisi lain dia juga kecewa jika mereka yang dinyatakan tidak perawan dihambat haknya. Hal tersebut menurutnya karena belum tentu ketidakperawanan berhubungan dengan moral seseorang.

“Tapi seseorang yang sudah tidak perawan lagi diambil haknya menjadi calon bintara TNI rasanya patut dipertimbangkan ulang. Perlu diperdalam apakah mereka yang tidak perawan itu moralnya rusak?” tuturnya.

Menurut Hasanuddin, jika mengacu pada Undang-undang tak ada aturan harus perawan.

“Kalau mengacu kepada Undang-undang juga kurang pas, dalam Pasal 28 Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, ada 8 persyaratan umum yang ditentukan untuk menjadi prajurit TNI (tak tercantum harus perawan atau perjaka),” katanya.

Selain itu ada pasal lain yang mengatakan bahwa persyaratan di luar Undang-undang harus dengan keputusan Menteri Pertahanan.
“Ditegaskan juga dalam Pasal 28 ayat 2 bahwa, 8 persyaratan tersebut di atas dan persyaratan lainnya harus dengan keputusan Menteri Pertahanan (bukan keputusan Panglima TNI),” terangnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge