0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sastra Belum Menjadi Pilihan Hidup

Kepala Balai Bahasa Propinsi DIY, Tirto Suwondo (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo —┬áSebagai model berpikir kreatif, inovatif dan demokratis, tampaknya sastra belum menjadi pilihan hidup. Kenyataan ini memang dapat dipahami karena sastra hingga kini belum mampu menjadikan dirinya sebagai sesuatu yang dapat memberi jaminan hidup secara ekonomis.

Demikian ungkap Kepala Balai Bahasa Propinsi DIY, Tirto Suwondo saat Seminar Meningkatkan Kualitas Pendidik untuk Mewujudkan Generasi Muda yang Kreatif dan Kompetitif di era Globalisasi, yang digelar FKIP UMS, di Kampus Pabelan, Kartrasura, Sukoharjo, Senin (18/5).

Padahal, sejak awal pikiran dan pilihan hidup kita sudah terlanjur dibingkai oleh segala sesuatu yang bersifat ekonomis. “Sehingga terjebak hanya pada penampilan, bentuk dan eksistensi, bukan pada isi dan esensi,” jelasnya.

Tirto menyatakan bahwa kenyataan yang tidak dapat dipungkiri ialah bahwa sampai hari ini Indonesia masih tidak menghargai sastra. Padahal sastra memberikan gambaran kehidupan alternatif yang lengkap dan mampu menyentuh kesadaran kemanusiaan kita.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge