0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cara Mendisiplin Anak Tanpa Hukuman dan Reward

anak dimarahi ibu.
(Ilustrasi) Ibu mendisiplin anaknya. (Dok: Timlo.net/ triconinflatables.com.)

Timlo.net—Sekarang banyak orang tua yang menerapkan “gentle parenting” atau pola pengasuhan anak yang lembut. Model parenting ini tidak menggunakan model reward atau hadiah (bagan stiker, pemberian hadiah permen, coklat dan lain-lain) untuk perilaku baik. Juga tidak melakukan pemberian hukuman (tidak boleh menonton televisi, dipukul dan lain-lain) untuk perilaku buruk. Mereka berusaha mendorong perilaku baik pada anak dengan alasan melakukan hal yang benar.

Orang tua yang menggunakan metode ini beralasan pemberian hadiah dan hukuman mengganggu kecenderungan alami anak untuk berbuat baik. Pemberian hadiah dan hukuman membuat mereka hanya mengejar hadiah dan menghindari hukuman.

Anda mungkin membaca hal ini dan berpikir, kita tidak bisa mempercayai anak untuk mengkontrol hidup mereka sendiri. Bagaimana bila mereka bermain dengan pisau? Bagaimana bila mereka bermain api di sekitar rumah?

Anak-anak perlu batasan. Mereka perlu tahu apa yang aman dan tidak aman. Lantas bagaimana menerapkan metode disiplin “gentle parenting” ini?

1. Hentikan perilaku anak

Jika si anak hendak berlari ke jalan, cegah dan pegang dia. Jika si anak hendak melukai anjing peliharaan, pegang tangan mereka. Jika si anak hendak menyentuh atau bermain api, cegah anak sebelum mereka melakukannya.

2. Beritahu anak tentang tindakan mereka

Katakan pada anak tentang tindakan mereka, “[Tindakan ini] tidak aman atau berbahaya, aku tidak akan membiarkan kamu melakukan [tindakan ini]”. Misalnya anak hendak berlari ke jalan yang ramai. “Berlari ke jalan itu berbahaya; aku tidak akan membiarkan kamu berlari ke jalan.”

Jika mereka bersikap kasar terhadap Anda, saudara mereka atau orang lain. Saat menghentikan mereka, Anda bisa berkata, “Yang kamu katakan itu menyakitkan, aku tidak akan membiarkan kamu bersikap seperti ini kepada orang tua/saudara/orang lain.”

3. Bila mereka menangis

Begitu mereka dihentikan dan diperingatkan, mereka mungkin akan menangis. Tapi hal itu wajar. Kita tidak boleh melunak hanya karena mereka menangis. Apalagi kita mencegah mereka melakukan hal yang melukai mereka atau mencegah mereka melukai orang lain.

Cobalah untuk mendengar apa yang mereka katakan saat mereka menangis. Tegaskan pada anak bahwa kalian memahami kekesalan atau kesedihan mereka, tapi kalian sedang melakukan hal yang baik untuk anak-anak. Seandainya Anda mencegah mereka bermain api, dan mereka menangis, Anda bisa berkata, “Mungkin kamu penasaran dan ingin bermain api. Tapi kamu tidak boleh bermain api karena bisa melukai kamu dan membakar rumah.”

Bila tadinya Anda mencegah mereka berbuat kasar, Anda bisa berkata, “Perilaku seperti ini [perkataan seperti ini] bisa membuat orang lain sedih.”

Sumber: Stuff.co.nz

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge