0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Curhat Mantan Kepsek Dipecat Gara-gara Mangkir Saat UN

(dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta Retno Listiyarti dipecat dari jabatannya. Ia tidak berada di tempat saat Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan sidak ke sekolah tersebut.

“Saya waktu itu dijemput oleh sopir salah satu televisi swasta dan saya sama sekali tidak tahu akan hadirnya Presiden Joko Widodo, pak Menteri Anies dan Gubernur DKI,” kata Retno Listyarti, Minggu (17/5).

Retno beralasan dirinya saat kedatangan Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan tanpa alasan. Retno yang memilih mengunjungi SMAN 2 Jakarta, saat kedatangan tiga orang tersebut karena diundang sebagai narasumber bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, untuk membahas soal kebocoran Ujian Nasional (UN).

“Kebocoran itu terbukti di 3 wilayah, soalnya sama persis yang ada di download. Saya hanya berpikir hanya untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia mengenai kebocoran UN,” jelasnya.

Selain itu, Retno juga membeberkan alasan dirinya baru muncul ke publik terkait pemecatannya. Selama ini Retno mengaku sengaja menghindari publik guna mencari solusi masalah yang tengah dihadapinya.

“Saya selama ini cooling down dulu menghindari media. Saya ingin mereda tetapi saya mencoba ke LBH untuk mencari keadilan yang saya alami,” pungkas Retno.

Seperti diketahui, pemecatan Retno ini buntut dari kekesalan Ahok karena Retno yang keluyuran saat SMAN 3 menggelar ujian nasional (UN), Selasa, 14 April 2015. Saat itu, Retno justru menyambangi SMAN 2, Olimo, Jakarta Barat, yang sedang ditinjau oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Mendikbud Anies Baswedan.

Melihat itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram. Ahok mengatakan, perilaku Retno yang memilih untuk melakukan sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta dibanding mengawasi anak muridnya saat UN adalah kesalahan besar.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge