0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendaki Belum Ketemu, Keluarga Harus Ikhlas

Pencarian korban hilang di Merapi oleh Tim SAR (Timlo.net - Nanin)

Boyolali – Berbagai dugaan muncul, menyusul belum diketemukanya korban, Eri Yunanto (21) Mahasiswa Atmajaya asal Sleman, yang terpeleset dan jatuh ke Kawah Merapi, Jumat (16/5) kemarin. Pihak keluarga diminta mengkhilaskan dengan kemungkinan terburuk yang menimpa korban.

“Kalau sampai jatuhnya di kawah, ya kemungkinan besar kita kesulitan menemukan korban. Keluarga harus mengiklaskan,” ujar Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Suwignya, Minggu (17/05).

Melihat kemungkinan kondisi terburuk yang menimpa korban, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga yang saat ini masih menunggu hasil evakuasi dari tim SAR di Balai. Dijelaskan, kemungkinan korban terjatuh ke kawah sangat besar.
Pasalnya, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan keberadaan korban. Selain menggunakan cara manual, tim SAR gabungan yang berada di Puncak Merapi juga menggunakan Drone atau pesawat remote control yang dilengkapi kamera.

“Kedalaman kawah kan mencapai 200 meter,kalau hanya mengandalkan manual sangat sulit, masih lagi dengan ancaman gas beracun,” ujarnya.

Selain itu, bila korban benar jatuh di kawah Merapi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan balai taman gunung Merapi di pusat. Pasalnya, di kawah terdapat magma dengan panas yang mencapai ribuan derajat.

Menurut informasi, petugas yang turun ke kawah tidak boleh lebih dari dua jam. Setelah itu harus segera naik ke atas.

“Ancaman terbesar bagi tim adalah gas berbahaya dari kawah,” tandasnya.

Menurutnya, operasi pencarian korban dilakukan selama lima hari ke depan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge