0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengenang Tragedi Mei 1998 di CFD

Timlo.net - Daryono
Warga menuliskan pesan memperingati peristiwa Mei 1998 (Timlo.net - Daryono)

Solo – Sejumlah warga Solo di Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (17/5) mengenang tragedi Mei 1998. Mereka menuliskan pesan dan harapan selepas 17 tahun reformasi.

“Usut tuntas kasus Munir/Marsinah, Jaya Mahasiswa, Tegakkan HAM” demikian tulisan beberapa warga di MMT warna putih yang disediakan.

Di dekat MMT itu terdapat papan bertuliskan Refleksi Tragedi Mei.

“Saya menulis ‘Kembalikan Macan’. Artinya biar Indonesia bisa lebih tegas. Lebih punya jati diri,” kata Wily Yosa (22), kepada Timlo.net.

Wily yang saat peristiwa Mei 1998 baru berumur 4 tahun ini mengaku tidak mengetahui peristiwa Mei 1998. Warga Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon ini hanya mengetahui sedikit tentang Mei 1998 dari membaca buku.

Lain hal dengan Asep Setiabudi, Mahasiswa Politehnik Kesehatan Semarang. Menurut dia, peristiwa reformasi 1998 merupakan sebuah kemunduran.

“Sebelum reformasi parpolnya terbatas. Tidak asal bikin partai terus dijadikan lahan usaha. Jamannya Soeharto lebih bagus,” kata dia.

Penggasa acara, Aziz Okta mengatakan pengumpulan pesan tentang tragedi Mei untuk mengingatkan masyarakat akan tragedi Mei 1998.

“Reformasi ada baik dan buruknya. Aksi ini untuk mengingat tragedi Mei yang sangat pahit itu,” ujar Aziz yang aktif di Komunitas Lokal Guide Solo ini.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge