0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Pengemplang Pajak Ajukan Penangguhan Penahanan

dok.timlonet/putra kurniawan
Vinod Kumar Agarwal (kiri) dilimpahkan ke Kejari Sukoharjo (dok.timlonet/putra kurniawan)

Sukoharjo — Tim kuasa hukum terdakwa tindak pidana perpajakan, Vinod Kumar Akarwal mengajukan permohonan penanguhan penahanan kepada Majelis Hakim. Pihak kuasa hukum menjamin kekhawatiran Jaksa Penuntut Umum tidak akan terjadi.

“Penahanan ini kan hak, jadi bisa digunakan bisa tidak, dan klien kami ini tidak mungkin bias menghilangkan barang bukti maupun melarikan diri ke luar negeri. Karena passport sudah ditahan dan barang bukti bukan berasal dari klien kami,” kata ketua tim kuasa hukum, Muhammad Taufik, Jumat (15/5).

Proses pengajuan penagguhan penahanan ini masih dalam pertimbangan Majelis Hakim sidang tindak pidana perpajakan dengan kerugian Negara mencapai Rp 10,6 miliar. Sidang ke dua dijadwalkan digelar di Pengadilan Negeri Sukoharjo (25/5) dengan agenda pembacaan pledoi dari pihak terdakwa.

Vinod Kumar Agarwal oleh Jaksa Penuntut Umum didakwa dengan Pasal 39 ayat (1) Undang Undang Nomor 6 Tahun 1983, tentang perpajakan. Terdakwa diduga telah merugikan negara sebesar Rp 10,68 miliar dari restitusi pajak  CV Lestari Jaya antara tahun 2005 hingga 2007.

“Dengan satu pasal yang didakwakan, tentunya sedikit menguntungkan klien kami, karena secara adminstrasi pak Vinod ini pada saat kejadian tidak memiliki ikatan dengan CV Lestari Jaya karena masih warga Negara asing,” tandas M Taufik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge