0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gambyong Retno Kusumo, Harum dan Bersinar Bagaikan Emas

tari gambyong retno kusumo pad gelaran mangkunegaran performing art 2015 (timlo.net/david)

Solo – Seperangkat gamelan dimainkan dengan laras saat tujuh orang penari Gambyong Retno Kusumo mulai memamerkan gerakan gemulainya di Pendhapi Ageng Istana Mangkunegaran. Dengan berpakaian serba merah dan sampur berwarna kuning, tari yang biasa ditarikan untuk menyambut tamu kehormatan ini, memukau ribuan pasang mata dari  dalam pembukaan pagelaran Mangkunegaran Performing Art 2015, Jumat (15/5).

“Tari ini merupakan ciptaan dari KGPAA Mangkunegara VIII. Tari ini menggambarkan sekelompok gadis kerjaan yang sedang menari dengan lemah gemulai,” ungkap Direktur Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA), Irawati Kusumarasri.

Ira, demikian dia biasa disapa mengungkapkan, kata Retno dalam tari Gabyong ini berarti Emas. Sedangkan Kusumo berarti Bunga. Secara harafiah tari ini bisa diartikan sebagai gadis yang tumbuh dewasa, harum dan bersinar bagaikan emas.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dalam sambutan pembukaannya mengatakan,  kesenian tradisional merupakan kekuatan bangsa yang harus terus didukung keberadaannya. Kecerdasan nenek moyang bangsa bisa dilihat dari kesenian peninggalan masa lalunya.

“Selain peninggalan budaya berupa benda, kita tidak boleh melupakan peninggalan kebudayaan non bendawi, seperti adat istiadat, kesenian tradisional, dan lainnya. Saya bangga dengan pihak Istana Mangkunegaran yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, sehingga bisa dinikmati dan dikenal masyarakat banyak,” katanya.

Selain Walikota Solo, tampak pula Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, Ketua DPRD Teguh Prakoso, dan Kapolres Solo,Kombespol Achmad Lutfi. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan delegasi dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang sedang melaksanakan kegiatan Jelajah Kota Pusaka di Kota Bengawan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge