0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disperindag Pantau Pasokan LPG di Perbatasan

dok.timlo.net/red
Ilustrasi Elpiji 3 Kg (dok.timlo.net/red)

Boyolali — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Boyolali mulai melakukan pengawasan distribusi gas LPG 3 Kg di wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan agar pasokan LPG ke masyarakat bisa lancar.

Meski belum mendapat laporan terkait pasokan elpiji yang langka, namun pengecer LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Sawit mengeluhkan tersendatnya pasokan sejak beberapa minggu ini. Biasanya dalam satu minggu, pasokan LPG dari agen dilakukan dua kali namun saat dalam beberapa minggu ini hanya mendapatkan satu kali. Akibatnya, banyak konsumen yang tidak mendapatkan LPG dan terpaksa harus membeli keluar wilayah.

“Lha gimana, pasokan belum datang sudah banyak yang pesan, begitu datang siang,sorenya sudah ludes,” ungkap salah satu pengecer LPG 3 Kg, Ruwanti (49), warga Desa Kateguhan, Sawit, Jumat (15/5).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali Yohanes Supriyanto mengatakan, seretnya distribusi LPG 3 Kg selama ini diakui paling banyak ditemukan diwilayah
perbatasan. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah pengecer di wilayah tersebut. Pasokan gas di Boyolali sehari mencapai 23.192 tabung. Sementara kuota pasokan tahun 2015   ditambah 20 persen dari pasokan tahun 2014 lalu
yang hanya 7.617.040.

Sementara itu, untuk operasi pasar, Yohanes mengaku hingga saat ini Boyolali belum perlu dilakukan. Pasalnya, secara umum, pasokan LPG masih aman.Operasi pasar terakhir yang dilakukan Disperindag pada Oktober dan
November 2014 lalu. Saat itu, operasi pasar dilakukan di wilayah Juwangi. Di Kabupaten Boyolali gas elpiji disalurkan melalui  13 agen, 791 pangkalan dan 5425  pengecer resmi yang tersebar di seluruh  wilayah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge