0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo, Golkar dan PPP Terancam Tak Bisa Usung Calon

dok.timlo.net/red
Ketua KPU Kota Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/red)

Solo — Partai Golkar Solo dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Solo terancam tidak bisa menjadi partai pengusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2015. Hal itu lantaran kepengurusan pusat dua partai itu masih dalam sengketa.

Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 9 Tahun 2015, Pasal 36, apabila saat pendataran calon kepala daerah kepengurusan parpol di pusat masih terjadi sengketa maka KPU daerah tidak bisa menerima pendaftaran pasangan calon dari parpol tersebut.

“Kemungkinan Golkar dan PPP hanya jadi partai pendukung,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Rabu (15/5).

Sebagaimana diketahui, kepengurusan pusat Partai Golkar dan PPP masih bersengketa hingga saat ini. Kedua partai masih melakukan upaya hukum sehingga proses hukum yang ada belum berkekuatan hukum tetap (inchraht).

Agus melanjutkan, jika partai di pusat berselisih tentang kepengurusan, KPU memberi waktu agar partai yang bersengketa melakukan islah. Hasil islah kemudian didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM. Namun, proses itu harus sudah selesai sebelum masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah, 26-28 Juli 2015.

“Setelah pendaftaran ditutup ya tidak bisa mendaftar,” katanya.

Ketua II Koalisi Solo Bersama (KSB) Solo, Umar Hasyim mengatakan peluang Golkar dan PPP hanya menjadi partai pendukung bakal berpengaruh pada koalisi. Namun, pengaruh hanya sebatas pada status.

“Kalau belum ada keputusan hukum tetap (inchart), tentu (Golkar dan PPP) tidak bisa menjadi partai pengusung saat pendaftaran calon ke KPU. Partai pengusung kan harus tandatangan dan pasti KPU akan menolak,” kata dia.

Umar menyatakan, KSB tetap akan merangkul Golkar dan PPP meski tidak menjadi partai pengusung. Golkar dan PPP bisa menjadi partai pendukung di KSB.

“Perlakuannya tidak ada perbedaan karena sudah dirintis sejak lama. Kita kan juga sudah memenuhi syarat dengan 3 partai atau 2 partai. Kalau seandainya Golkar dan PPP tidak bisa menjadi partai pengusung akan kita siasati dengan cara itu (menjadi partai pendukung),” jelas dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge