0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Endapan Lumpur Waduk Kedung Ombo Mengkhawatirkan

Waduk Kedung Ombo (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Elevasi air Waduk Kedung Ombo, Kemusu, Boyolali mulai menurun. Saat ini elevasi air mencapai 89 mdpl. Menurunya elevasi air karena hujan sudah mulai jarang turun serta sudah memasuki musim kemarau. Namun sejumlah tanaman yang berada di areal sabuk hijau dan merah masih terlihat terendam air waduk.

Kadus IV Desa Genengsari, Kemusu, Joko Widodo, Jumat (15/5), mengungkapkan kondisi waduk kedung ombo sendiri saat ini sudah dipenuhi lumpur. Tahun lalu, bila elevasi air mencapai 92 mdpl, air baru merendam daerah sabuk merah.Namun tahun ini, elevasi 90 mdpl, air sudah merendam wilayah sabuk merah.

“Ini karena endapan lumpurnya sangat tinggi,” ujar Joko Widodo ditemui di lokasi waduk.

Endapan lumpur ini berasal dari pendangkalan sungai yang menuju ke Waduk Kedung Ombo. Selain itu juga disebabkan banyaknya hutan yang gundul diseputaran WKO. Bila musim kemarau, pendangkalan di sungai terlihat sangat jelas, dimana sungai-sungai terlihat rata dengan dataran.

“Kalau hujan deras, air mendorong tanah masuk ke waduk,” jelasnya.

Selain itu, endapan lumpur yang terlalu tinggi ini bisa mengancam keberlangsungan waduk. Dijelaskan, bila endapan terus meninggi, waduk hanya bertahan hingga usia 100 tahun dari saat mulai uj icoba tahun 1988.

“Saat ini sudah 27 tahun, endapanya sudah tinggi, pasti nanti akan terus bertambah, bisa-bisa waduk tidak bisa digunakan, karena untuk pengerukan jelas tidak mungkin, biayanya sangat mahal,” lanjut Joko yang pernah bekerja
di Balai Besar Wilayah Sungai.

Wilayah Kemusu yang memiliki daerah sabuk merah Waduk Kedung Ombo yang kondisinya sudah dipenuhi lumpur, seperti di Desa Genengsari, Klewor dan Kedungmulyo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge