0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Haji Lulung Pernah Ditawari Cewek Bookingan Online

Abraham Lunggana (Haji Lulung) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Tak sedikit pejabat kelas atas ditawari jasa prostitusi online melalui ponsel mereka. Seperti halnya Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana (Haji Lulung). Ia juga mengaku pernah menerima tawaran seperti itu.

“Sering (ada tawaran), artinya kalau masuk SMS, ‘hei saya bisa ini’, tapi saya enggak pernah menerima tawaran itu segala macam,” kata Lulung, kemarin.

Dalam sehari dirinya bisa menerima tiga pesan singkat tawaran kencan. Isinya pun hampir sama hanya nama wanita yang ditawarkan berbeda.

“Kalau itu saya enggak dapat. Cuma kalau SMS sering, bisa sehari tiga kali. ‘hay saya anu’, bisa tiga kali saya di-BBM,” tegasnya.

Sadar sudah punya keluarga, ia mengaku tak memperdulikan SMS itu. Dia selalu menjaga pesan istri dan anaknya agar tak berbuat negatif di luar rumah.

“Kalau saya sih yang pertama pasti istri wanti-wanti. Saya dari kecil juga ngomong harus tolong kesehatan, kalau kami kaya gitu, kami pulang nyampur sama istri jadi kotor kan,” ucapnya.

Namun, kata Lulung, SMS acak itu sebenarnya bisa diterima siapa saja.

“Bukan saya saja kali, anak kecil dapat BBM, dia asal nembak aja gitu. Moga-moga kena kali. Anak saya aja sering, guru ngaji kami juga kena,” ungkapnya.

Soal pengakuan tersangka RA, yang menyebut pelanggan artis, Lulung menegaskan pribadi setiap orang berbeda-beda. Kata dia, kalau pun ada yang doyan ‘jajan’ PSK mungkin karena alasan tertentu.

“Kalau orang melakukan itu ada faktor-faktor yang barangkali membutuhkan, anggota DPRD kan manusia juga, mungkin ada faktor tentang segala macam, karena iseng barang kali,” katanya.

Karena itulah dia juga tak setuju dengan ucapan Ahok yang langsung yakin penyewa artis PSK adalah anggota dewan. Dia pun langsung berpantun buat Ahok.

“Jangan menuduh orang sembarangan. Kalau belum cukup bukti. Es kenong pakai roti, kalau ngomong hati-hati,” terangnya.

Lulung berharap pernyataan yang keluar dari mulut gubernur DKI tidak menuding. Sebab tidak semua anggota dewan memiliki kemampuan untuk menyewa PSK Rp 80 Juta untuk sekali kencan.

“Jangan memfitnah orang sembarangan. Tapi untuk apa gitu pakai uang besar kan? Untuk apa juga,” tutupnya.


[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Eddie Mutaqin

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge