0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun 2017, Boyolali Bisa Swasembada Kedelai

Panen kedelai (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tahun 2017 mendatang, Kabupaten Boyolali diharapkan bisa swasembada kedelai. Target ini dilakukan menyusul meningkatnya produksi kedelai tahun ini yang diperkirakan mencapai 3.600 ton hingga 4.000 ton.
Pengembangan tanaman kedelai dilakukan di 11 kecamatan dengan total luasan 2.300 hektar.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertanbunhut Boyolali, Supardi, mengungkapkan produksi kedelai perhektarnya diprediksi mencapai 1,6 ton hingga 2 ton. Dinas akan terus melakukan perluasan lahan untuk
pengembangan tanaman kedelai, menyusul makin banyaknya minat petani untuk kembali menanam kedelai lokal.

“Kita akan manfaatkan lahan-lahan tidur untuk pengembangan kedelai, tahun 2017 target swasembada kedelai harus bisa tercapai,” paparnya di sela-sela panen raya kedelai di Pusporenggo, Musuk, Rabu (13/5).

Di sisi lain, luasan panen raya kedelai di wilayah Pusporenggo, Musuk, saat ini mencapai 35 hektar dari program awal 50 hektar. Dijelaskan petugas penyuluh lapangan Musuk, Ismadi, tahun ini penanaman kedelai dengan
menggunakan sistim Pengembangan Areal Tanam-Program Indeks Pertanian (PAT-PIP) dan Gerakan Pengolahan Tanam Terpadu (GPTT) mampu meningkatkan hasil produksi.

“Semula hasilnya hanya 1,5 ton, sekarang meningkat menjadi 1,75 ton kedelai,” ujarnya.

Dijelaskan, sebelum dilakukan pendampingan dalam pengolahan tanaman kedelai, hasil produksi petani sangat rendah. Hal ini disebabkan, pupuk yang dilakukan masih seadanya. Namun  setelah dilakukan pendampingan
termasuk pemberian bantuan pupuk, hasil mengalami peningkatan. Untuk harga, saat ini kedelai lokal perkilogramya mencapai Rp 7.500.

“Petani di sini sudah mulai sadar bagaimana melakukan pemupukan yang benar, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksima,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Seno Samodro menjanjikan akan memberikan bantuan mesin perontok kedelai dan satu unit traktor bagi petani kedelai di Desa Pusporenggo. Bantuan ini diberikan dalam rangka untuk meningkatkan hasil
produksi. “Jangan dijual lagi bila diberi bantuan,” pesan Bupati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge