0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penaksiran Ganti Rugi Waduk Gondang Segera Dilakukan

(Ilustrasi) Salah satu waduk di Kabupaten Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sebanyak 218 bidang tanah di Desa Ganten dan Gempolan, Kecamatan Kerjo dan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar yang terdampak proyek pembangunan Waduk Gondang akan segera ditaksir nilai tanahnya oleh tim appraisal. Penaksiran ini dilakukan untuk proses ganti rugi tanahnya. Namun hingga kini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) belum melakukan lelang untuk menentukan tim appraisal (penaksir) yang akan menaksir nilai tanah di tiga desa tersebut.

“Kami sudah meminta, kalau tim appraisalnya sudah ada, kami segera menindaklanjuti melakukan penaksiran,” tuturnya Kepala Kantor Pertanahan Nasional (KPN), Dwi Purnama saat ditemui wartawan, kemarin.

Ganti rugi yang diberikan kepada pemilik lahan tidak hanya terhadap tanah yang terkena proyek, tapi juga meliputi bangunan yang berdiri di atasnya, serta tanaman yang tumbuh di lahan tersebut.

Mengenai proses pengukuran 218 bidang tersebut, Dwi mengatakan, sudah selesai dilakukan. Hasil pengukuran, nanti akan diumumkan kepada warga pemilik lahan.

“Nanti ditempel di papan informasi, agar warga pemilik lahan bisa mengecek. Jika ada yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, mereka bisa menyampaikannya ke petugas,” jelasnya.

Camat Ngargoyoso Tyas Ngambar Widyowati mengatakan, siap memfasilitasi pelaksana proyek waduk saat bernegosiasi soal nilai tanah dengan warga pemilik lahan.

Dia berharap, nilai hasil penaksiran nantinya sesuai dengan harapan warga, sehingga proses pembebasan lahan dan pembayaran ganti ruginya tidak berlarut-larut.

“Kami juga meminta, agar pelaksana proyek tidak mengabaikan keberadaan fasilitas umum, seperti makam, yang kena pembebasan lahan,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge