0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disinyalir untuk Prostitusi, Panti Pijat Diprotes Warga

dok.merdeka.com
Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Solo —  Warga RW 5 Kelurahan Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo meresahkan keberadaan sebuah panti pijat keluarga di kawasan Benteng Trade Center (BTC) Solo. Panti pijat itu dituding digunakan untuk praktek prostitusi.

“Ada keresahan warga yang disampaikan saat rapat RW. Warga menuding panti pijat itu dipakai untuk short time (ajang prostitusi),” kata Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kedunglumbu, HM Sungkar kepada wartawan, Rabu (13/5) di kantor Kelurahan Kedunglumbu.

Atas laporan warga itu, sambung Sungkar, LPMK memanggil pemilik panti pijat ke kantor Kelurahan, Rabu (13/5). Pemilik panti dipertemukan dengan pihak kelurahan. Pertemuan itu sekaligus mengklarifikasi laporan warga.

“Makanya saya cepat-cepat hubungi pemilik panti. Kami tidak mau wilayah Pasar Kliwon sebagai wisata religi ada tempat maksiat,” ujarnya.

Sementara, pemilik panti yang namanya enggan disebut, membantah tempat usahanya dipakai untuk praktek prostitusi. Jika ada bukti, pihaknya siap memecat karyawan yang terbukti berpraktek prostitusi.

“Kalau memang ada indikasi silakan dibuktikan. Akan langsung saya pecat,” ujar dia.

Pemilik panti yang mempekerjakan 15 karyawan ini mengungkapkan, secara desain tempat panti miliknya tidak dimungkinkan untuk praktek prostitusi. “Tempatnya berjajar, atas terbuka dan ada gorden. Tidak berupa bilik-bilik,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge