0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tes Urine PNS, Satu Orang Bisa Habiskan Rp 100 Ribu

timlo.net/agung widodo
(Ilustrasi) PNS Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman tidak keberatan jika terhadap para PNS dan pejabat Pemkab Sragen dilakukan tes urine. Hal ini ntuk mengetahui apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak. Demikian dikatakan Agus menanggapi pernyataan  Wakil Ketua PCNU Sragen, Mochammad Fadlan, Muspida dan PNS Kabupaten Sragen ditantang untuk berani melakukan tes urine.

“Beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan tes urine dan teman-teman PNS sudah paham adanya sanksi berat jika menggunakan narkoba,” kata Agus usai membuka SMK Expo di GOR Diponegoro Sragen, Selasa (12/5).

Sebelumnya Fadlan mengatakan, dengan tertaangkapnya politisi Saiful Hidayat, tak menutup kemungkinan PNS Sragen juga menggunakan narkoba.

“Mereka harus beranai tes urine, bila perlu bupati mengawali gerakan itu,” katanya.

Sementara Wakapolres Sragen, Kompol Yudy Arto Wiyono menyatakan, untuk melakukan tes urine membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pihaknya sendiri setiap tiga bulan rutin juga melakukan tes urine kapada anggota Polri untuk mengantisipasi ada tidaknya penggunaan narkoba.

“Tapi untuk melakukan tes urine itu tidak sederhana. Membutuhkan dana yang tidak sedikit. Setiap orang biayanya bisa mencapai Rp 100.000,” kata Wakapolres kepada wartawan di ruang kerjanya.

Namun diakuinya, tidak semua anggota Polri dilakukan tes urine. Hanya personel tertentu yang berdasarkan ciri-ciri fisik diduga memakai narkoba.

“Jadi tidak semua anggota. Secara fisik khan bisa dilihat, cara bicaranya juga. Kalau orangnya terlihat sehat, bugar, hidupnya juga tak bermasalah, ya tidak kita periksa,” jelasnya.

PNS Pemkab Sragen.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge