0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

AMPS Tolak Eksekusi Century

timlo.net/khalik
Kasus Century, AMPS melawan eksekusi (timlo.net/khalik)

Solo — Aliansi Masyarakat Penabung Surakarta (AMPS) akan melakukan perlawanan jika rencana eksekusi terhadap Bank Century (sekarang Bank Mutiara-Red) tetap dilakukan. Mereka menganggap, jika pihak Pengadilan Negeri (PN) Solo melakukan eksekusi maka aset para nasabah juga akan ikut hilang.

“Kami menyesalkan, pernyataan Humas PN Solo yang akan melakukan eksekusi terhadap aset Bank Mutiara. Mereka (pihak PN-red) harusnya mempelajari isi gugatan para investor dan landasan hukum yang digunakan oleh para investor antaboga tersebut,” terang Koordinator AMPS, Joko Upoyo Wicaksono dalam jumpa pers, Selasa (12/5) siang.

Dikatakan, kedudukan AMPS sebagai legal standing merupakan kelompk masyarakat yang memiliki tabungan yang terdapat di seluruh bank di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta termasuk Bank Mutiara. Disamping itu, kata Joko, kedudukan AMPS juga sudah dikuatkan dari PN Solo dalam putusan Nomo 05/Pdt. G/ 2013/ Pn. Ska dan putusan Nomor 105/ Pdt. G/ 2014/ Pn. Ska dengan menolak eksepsi kelompok investor antaboga.

Disinggung pernyataan pihak PN Solo, Joko menilai, pernyataan yang dilontarkan bertentangan dengan Ketua PN untuk tidak melakukan eksekusi. Sesuai penjelasan atas tim pengawas Bank Mutiara DPR RI, yang menemukan adanya kesalahan dalam putusan kasus gugatan ganti rugi yang diajukan investor PT. Antabga Delta Sekuritas Solo yang dilakukan oleh PN Solo. Temuan itu diungkapkan seusai tim pengawas Bank Mutiara bertemu dengan pimpinan PN Solo, Fahri Hamzah.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan secara teknis, berdasarkan kronologi, diktum dan argumen, memang ada kesalahan putusan dari tingkat pengadilan negeri hingga kasasi,” tandas Joko.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge